Home Kurs Rupiah Perkasa Atas Dolar AS, Menguat 25 Poin ke Rp17.143
Kurs

Rupiah Perkasa Atas Dolar AS, Menguat 25 Poin ke Rp17.143

Bagikan
Nilai Tukar Rupiah
Nilai Tukar Rupiah. Image (Istimewa).
Bagikan

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan pada penutupan perdagangan Selasa. Rupiah tercatat naik 25 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.143 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.168 per dolar AS.

Penguatan ini mencerminkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih tinggi, terutama akibat dinamika geopolitik internasional.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai stabilitas rupiah tidak lepas dari upaya pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan iklim investasi.

“Pemerintah terus memastikan pertumbuhan ekonomi tetap sesuai target, sekaligus menjaga kesinambungan kebijakan fiskal untuk memperkuat kondisi ekonomi,” ujarnya.

Fondasi Ekonomi Indonesia Dinilai Kuat

Menurut Ibrahim, kinerja ekonomi Indonesia saat ini relatif solid dibandingkan negara-negara lain, termasuk anggota G20. Hal ini didukung oleh pertumbuhan yang stabil, inflasi terkendali, serta rasio utang dan defisit yang tetap terjaga.

Peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga dinilai penting sebagai “peredam kejut” atau shock absorber dalam menjaga daya beli masyarakat, tanpa melampaui batas defisit fiskal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Fokus pada Investasi dan Industrialisasi

Pemerintah kini mengarahkan pembangunan ekonomi pada sektor yang lebih produktif melalui tiga pilar utama, yakni investasi, industrialisasi, dan peningkatan produktivitas.

Selain itu, sinergi kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat, termasuk optimalisasi peran Danantara dalam mendorong investasi di luar pembiayaan APBN.

Cadangan Devisa Tetap Aman

Di tengah tekanan global, Indonesia sempat mencatat arus keluar devisa sebesar 1,8 miliar dolar AS. Namun demikian, cadangan devisa tetap dalam kondisi aman dan defisit fiskal terjaga di bawah 3 persen.

Hal ini menunjukkan kredibilitas pengelolaan ekonomi makro Indonesia masih kuat, bahkan saat menghadapi tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global.

Geopolitik Global Masih Jadi Tantangan

Di sisi lain, pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Kurs

Rupiah Terperosok ke Rp17.300, Efek Gagalnya Diplomasi AS-Iran dan Harga Minyak

finnews.id – Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan pada...

Bank Indonesia beri sinyal hawkish! Suku bunga acuan berpotensi naik 25 bps pada Mei 2026 demi jaga rupiah dan inflasi.
Kurs

BI Beri Kode Hawkish, Siap-Siap Bunga Acuan Bakal Terbang di Mei?

finnews.id – Pasar keuangan Indonesia sedang berada di titik didih. Bank Indonesia...

Rupiah keok, Bank Indonesia ambil langkah ekstrem! BI tahan suku bunga 4,75% dan luncurkan senjata baru demi selamatkan mata uang garuda.
Kurs

Rupiah ‘Salah Harga’ 8,5 Persen! BI Tahan Suku Bunga 4,75% dan Rilis Senjata Rahasia, Sinyal Bahaya atau Peluang?

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari jantung moneter Indonesia. Bank Indonesia (BI)...

Kurs

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.181 per Dolar AS, Akibat Beban Utang dan Tekanan Ketidakpastian Global

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu (22/4/2026),...