finnews.id – Perusahaan transportasi publik Transjakarta kembali melakukan peningkatan layanan, dengan menambah titik pemberhentian pada sejumlah rute strategis.
Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 18 April 2026, menyasar jalur yang menghubungkan kawasan Blok M dengan Rempoa serta Bintaro.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mempermudah akses masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya.
“Penyesuaian rute ini kami lakukan demi kenyamanan pelanggan sekaligus peningkatan layanan Transjakarta,” ungkap Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani.
Penambahan halte baru ini, diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan mobilitas warga yang semakin tinggi setiap harinya.
Penyesuaian di Dua Rute Utama
Perubahan ini difokuskan pada dua rute, yakni :
- Rute 1Q : penambahan pemberhentian untuk arah Rempoa.
- Rute 8E : penambahan pemberhentian untuk arah Bintaro.
Kedua jalur Transjakarta tersebut, kini memiliki tambahan titik pemberhentian di kawasan Jalan Cendrawasih 2.
Penyesuaian ini berlaku untuk arah perjalanan tertentu, sehingga pengguna disarankan untuk memperhatikan informasi terbaru sebelum bepergian.
Secara rinci, rute menuju Rempoa mendapatkan tambahan halte pada jalur tertentu, sementara rute menuju Bintaro juga mengalami penyesuaian titik naik-turun penumpang.
Upaya Tingkatkan Kenyamanan Penumpang
Pihak Transjakarta menegaskan, bahwa perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan serta efisiensi perjalanan.
Dengan adanya titik pemberhentian tambahan, jarak akses menuju halte menjadi lebih dekat bagi sebagian warga.
Meskipun terdapat penambahan halte, jam operasional layanan tidak mengalami perubahan.
Bus tetap beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, baik pada hari kerja maupun akhir pekan.
Penambahan halte ini juga menjadi bagian dari upaya integrasi transportasi di kawasan penyangga Jakarta, terutama wilayah Bintaro dan Rempoa yang terhubung langsung dengan pusat transit Blok M.
Dengan akses yang semakin luas dan mudah, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk beralih ke transportasi umum.