finnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro), terus mempercepat penyelesaian proyek LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai.
Jalur ini ditargetkan mulai melayani penumpang secara resmi pada Agustus 2026, sesuai dengan rencana pembangunan yang telah ditetapkan.
“Untuk LRT Jakarta 1B ini kami targetkan sesuai timeline pada Agustus insya Allah bisa beroperasi secara resmi,” ungkap Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin.
Setelah itu, proyek tersebut memasuki tahap persiapan operasional. Salah satu langkah penting yang akan dilakukan adalah, uji coba sistem atau commissioning test.
Tahap ini bertujuan memastikan seluruh infrastruktur dan sistem kereta dapat berjalan optimal, sebelum dibuka untuk publik.
“Setelah itu kami akan mulai commissioning test, kemudian secara paralel juga menyelesaikan proses perizinan operasional yang akan disubmit ke Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Selain pengujian teknis, Jakpro juga tengah menyiapkan berbagai dokumen administratif untuk memperoleh izin operasi dari Kementerian Perhubungan.
Proses pengujian dan perizinan ini dilakukan secara bersamaan, agar target operasional dapat tercapai tepat waktu.
Proyek LRT Jakarta Fase 1B sendiri merupakan perpanjangan jalur sepanjang kurang lebih 6,4 kilometer, menghubungkan Velodrome menuju Manggarai.
Nantinya, lintasan ini akan dilengkapi lima stasiun baru, yaitu Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
“Paralel dengan pembangunan 1B ini, Jakpro juga menyusun master plan LRT Jakarta,” ucapnya.
“Basis kajiannya tentu pelayanan, kemudian bagaimana jaringan ini bisa terintegrasi dengan moda lain sehingga konektivitas dan mobilitas warga Jakarta benar-benar bisa terlayani dengan baik,” sambungnya.
Kehadiran jalur ini, diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi publik.
Tak hanya memperluas jaringan, proyek ini juga dirancang untuk terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, seperti KRL Commuter Line dan TransJakarta.
Integrasi tersebut menjadi kunci utama, dalam menciptakan sistem transportasi yang efisien dan saling terhubung di Jakarta.
Di sisi lain, pengembangan LRT Jakarta tidak berhenti pada fase ini. Jakpro sedang menyusun rencana jangka panjang, untuk memperluas jaringan LRT ke berbagai wilayah lainnya.
Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas masyarakat, serta efektivitas dalam meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum.
Sebagai informasi, LRT Jakarta telah lebih dulu beroperasi sejak 2019 pada rute Pegangsaan Dua–Velodrome.
“Dengan selesainya fase ini, diharapkan konektivitas transportasi publik di Jakarta semakin meningkat dan mampu mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efisien,” tuturnya.
Dengan hadirnya perpanjangan hingga Manggarai, diharapkan sistem transportasi ini semakin memperkuat konektivitas dan mendukung mobilitas warga secara lebih cepat dan nyaman.