Home Market Harga Sawit Hari Ini Terbang! Minyak Dunia & Soyoil Mengamuk, Cuan CPO Siap Meledak?
Market

Harga Sawit Hari Ini Terbang! Minyak Dunia & Soyoil Mengamuk, Cuan CPO Siap Meledak?

Bagikan
Harga sawit hari ini naik 0,76% jadi 4.484 ringgit dipicu lonjakan minyak dunia akibat krisis AS-Iran
Harga sawit hari ini naik 0,76% jadi 4.484 ringgit dipicu lonjakan minyak dunia akibat krisis AS-Iran
Bagikan

finnews.id – Pasar komoditas mendadak panas! Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sukses tancap gas pada perdagangan Senin ini. Lonjakan harga minyak mentah dunia dan rebound harga minyak nabati pesaing di bursa global menjadi bahan bakar utama yang menerbangkan nilai tukar komoditas andalan Indonesia dan Malaysia ini. Buat kamu para investor dan pelaku industri, bersiaplah karena tren hijau ini membawa angin segar di tengah ketidakpastian pasar!

Berdasarkan data terbaru pada Senin (20/4), kontrak minyak sawit untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melesat 34 ringgit atau naik 0,76 persen. Kini, harga bertengger di level 4.484 ringgit (setara USD 1.134,33) per metrik ton pada jeda siang. Kenaikan ini bukan tanpa alasan, melainkan respons cepat pasar terhadap kondisi geopolitik yang makin mencekam di Timur Tengah.

Ketegangan AS-Iran Memanas, Minyak Mentah Loncat 5 Persen!

Dunia sedang tidak baik-baik saja, dan pasar sawit justru mendapatkan momentum dari sini. Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 5 persen pagi ini. Pemicunya? Kekhawatiran runtuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Aksi penyitaan kapal kargo milik Iran oleh AS serta lumpuhnya lalu lintas di Selat Hormuz membuat pasokan energi dunia terancam.

Lalu, apa hubungannya dengan kelapa sawit? Ketika harga minyak bumi melambung tinggi, minyak sawit otomatis menjadi primadona. CPO menjadi pilihan bahan baku yang jauh lebih menarik dan kompetitif untuk produksi biodiesel. Inilah yang membuat permintaan sawit diprediksi akan terus menebal selama konflik energi di Teluk masih membara.

Soyoil Global Rebound, Sawit Ikut Kecipratan Berkah

Tidak hanya minyak bumi, kompetitor sawit di pasar edible oil juga menunjukkan taringnya. Harga minyak kedelai (soyoil) di bursa Chicago naik 0,81 persen, sementara kontrak soyoil di bursa Dalian juga merayap naik. Karena sawit berkompetisi langsung dengan minyak kedelai dalam pangsa pasar vegetable oil global, penguatan harga soyoil otomatis menarik harga CPO untuk ikut mendaki.

Analis StoneX Singapura, Kang Wei Cheang, menyebutkan bahwa pasar berhasil memulihkan sebagian besar kerugian tajam yang terjadi pada Jumat lalu. Kembalinya kepercayaan pasar di Dalian dan Chicago memberikan dukungan psikologis yang kuat bagi para trader untuk kembali memborong kontrak sawit hari ini.

Ringgit Melemah: Diskon Alami Bagi Pembeli Global

Satu lagi faktor yang bikin sawit makin seksi di mata investor asing adalah pergerakan mata uang. Nilai tukar Ringgit Malaysia terpantau melemah 0,08 persen terhadap dolar AS. Bagi pembeli internasional yang memegang greenback, pelemahan mata uang ini bertindak seperti diskon instan, membuat harga komoditas sawit terasa lebih terjangkau dan mendorong volume transaksi di pasar berjangka.

Mandat Biodiesel Malaysia Siap Tantang Indonesia

Dari sisi kebijakan, Malaysian Palm Oil Board (MPOB) membawa kabar yang sangat bullish. Malaysia diproyeksikan bakal meningkatkan konsumsi biodiesel berbasis sawit lebih dari 300.000 metrik ton per tahun. Langkah ini mengikuti jejak Indonesia yang sudah lebih dulu memperketat mandat pencampuran biofuel demi menekan ketergantungan pada impor energi fosil.

Peningkatan penggunaan biodiesel domestik di negara-negara produsen utama ini akan menyerap pasokan pasar secara signifikan. Artinya, stok global berpotensi mengetat dan menjaga harga sawit tetap berada di level tinggi dalam jangka menengah.

Waspada Level Psikologis: Support Kuat di 4.440 Ringgit

Meski sedang dalam tren menguat, kamu tetap harus waspada. Analis teknikal Reuters, Wang Tao, mengingatkan bahwa ada level support krusial di 4.440 ringgit per metrik ton. Jika karena satu dan lain hal harga tergelincir di bawah level tersebut, ada risiko penurunan lebih lanjut menuju kisaran 4.349 hingga 4.408 ringgit.

Namun, selama tensi geopolitik masih tinggi dan harga minyak nabati pesaing terus bertahan di zona hijau, peluang sawit untuk kembali menguji level tertinggi baru sangat terbuka lebar. Jangan sampai kamu ketinggalan momentum cuan di pasar CPO pekan ini! (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Market

IHSG Ditutup Melemah, Tertekan Ketidakpastian Gencatan Senjata AS-Iran

finnews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup...

Market

Mulai dari Rp 190 Jutaan !! Update Harga Innova Reborn Bekas Tahun 2016 – 2020

finnews.id – Toyota Kijang Innova Reborn tetap menjadi salah satu mobil keluarga...

Market

Daftar Aplikasi Saham Terbaik 2026 untuk Investor

finnews.id – Raksasa investasi global Goldman Sachs memproyeksikan indeks S&P 500 akan...

Market

Resmi Layani Rute Bandung – Banyuwangi, Tiket Kereta Sangkuriang Diskon 50%

finnews.id – Perjalanan lintas Pulau Jawa kini semakin praktis, dengan hadirnya layanan...