finnews.id – PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga tiga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi secara drastis. Konflik geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah memicu lonjakan harga yang signifikan ini. Saat ini, Pertamina mematok harga BBM termahal hingga menembus angka Rp24.450 per liter.
Pertamina menerapkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini mulai Sabtu, 18 April 2026. Tiga jenis BBM yang mengalami lonjakan harga nyaris dua kali lipat meliputi Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex atau Pertadex (CN 53).
Manajemen Pertamina mengumumkan perubahan harga BBM untuk seluruh provinsi ini melalui situs resmi perusahaan pada Sabtu dini hari. Perusahaan pelat merah tersebut mengambil langkah penyesuaian harga dengan mengacu pada tren harga rata-rata minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP) serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kebijakan Pertamina mengerek harga BBM nonsubsidi juga merujuk pada regulasi pemerintah. Aturan tersebut mematuhi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merevisi Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar BBM.
Berdasarkan pembaruan data per 18 April 2026, Pertamina menerapkan kenaikan harga yang cukup tajam di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi, Sumatera, dan Jawa. Sebagai contoh, Pertamina kini menjual Pertamax Turbo seharga Rp19.850 per liter. Harga ini melesat naik Rp6.500 dari patokan harga sebelumnya yang hanya berada di level Rp13.350 per liter.
Selanjutnya, Pertamina mengerek harga Dexlite dari Rp14.500 menjadi Rp24.150 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami lonjakan harga tertinggi dengan kenaikan sebesar Rp9.650, sehingga harganya kini mencapai Rp24.450 per liter. Angka ini otomatis menjadikan Pertamina Dex sebagai produk BBM termahal di seluruh SPBU Pertamina saat ini.
Meskipun harga BBM nonsubsidi melambung tinggi, Pertamina memutuskan untuk menahan harga BBM bersubsidi dan beberapa jenis BBM umum lainnya. Pertamina tetap menjual Pertamax (RON 92) seharga Rp12.600 per liter untuk sebagian besar wilayah luar Jawa. Selain itu, Pertamina mempertahankan harga Pertalite pada level Rp10.000 per liter dan Biosolar pada harga Rp6.800 per liter.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat. Purbaya memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang terus mengerek harga minyak dunia tidak akan mengubah kebijakan subsidi pemerintah.
“Namun, kami tidak dapat memprediksi maupun memberikan jaminan terkait dinamika harga BBM nonsubsidi. Komoditas ini memang tidak mendapatkan keringanan harga dari pemerintah,” tegas Purbaya saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta awal April lalu.
Masyarakat dapat mengecek langsung perubahan harga BBM ini melalui aplikasi MyPertamina. Sebagai panduan, berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina terbaru yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia per Minggu, 19 April 2026:
1. Provinsi Aceh
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
2. Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertamax: Rp11.550
Dexlite: Rp22.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
3. Provinsi Sumatera Utara
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
4. Provinsi Sumatera Barat, Riau, & Kepulauan Riau
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp20.250
Pertamina Dex: Rp24.950
Dexlite: Rp24.650
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
5. Free Trade Zone (FTZ) Batam
Pertamax: Rp11.750
Pertamax Turbo: Rp18.450
Pertamina Dex: Rp22.700
Dexlite: Rp22.450
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
6. Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, & Lampung
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
7. DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, & Jawa Timur
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamax Green: Rp12.900
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
8. Bali & Nusa Tenggara Barat
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamina Dex: Rp23.900
Dexlite: Rp23.600
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
9. Nusa Tenggara Timur
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
10. Kalimantan Selatan & Kalimantan Utara
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp20.250
Pertamina Dex: Rp24.950
Dexlite: Rp24.650
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
11. Kalimantan Barat, Tengah, & Timur
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
12. Seluruh Provinsi di Sulawesi & Gorontalo
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Pertamina Dex: Rp24.450
Dexlite: Rp 24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
13. Maluku & Maluku Utara
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
14. Papua (Pegunungan, Selatan, Tengah)
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo (Khusus Induk Papua): Rp19.850
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
15. Papua Barat & Papua Barat Daya
Pertamax: Rp12.600
Pertamina Dex: Rp24.250
Dexlite: Rp24.150
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800