Catatan Dahlan Iskan

Tujuan IsAm

catatan dahlan iskan

Bagikan
Tujuan IsAm
Bagikan

Oleh: Dahlan Iskan

Jadi, apa sebenarnya tujuan IsAm menyerang Iran?

Itulah yang mulai dipersoalkan di Amerika sendiri sekarang. Terutama setelah Ayatollah Khamenei tewas oleh serangan itu.

Ternyata rakyat Iran tidak menyambut dengan gegap gempita tewasnya pemimpin tertinggi Iran itu. Bahkan berduka. Tidak sedikit pun terlihat gerakan rakyat untuk menggulingkan pemerintah.

Bahkan Iran mampu menyerang balik Israel dan sekutu-sekutu Amerika di seputar Teluk Parsi: Kuwait, Qatar, Bahrain, UAE, dan Arab Saudi.

Hanya Oman yang tidak diincar Iran. Itu karena Oman memfasilitasi perundingan nuklir Iran-Amerika. Oman juga bersaksi bahwa ketika serangan dilakukan sebenarnya status perundingan belum dinyatakan buntu.

Awalnya Israel-Amerika Serikat memimpikan perang hanya satu hari: begitu serangan dahsyat dilancarkan rakyat Iran bergerak sendiri menumbangkan pemerintah. Selesai. Sampai 1.200 bom lebih dijatuhkan ke lebih 30 sasaran di Iran sehari pertama itu. Nyatanya impian itu tidak terjadi.

Maka Presiden Donald Trump menegaskan serangan kepada Iran masih akan dilanjutkan. Bisa empat-lima minggu lagi. Bahkan bila harus tanpa akhir sekali pun. Trump juga menegaskan serangan yang lebih dahsyat masih akan terjadi.

Bayangkan serangan 1.200 bom itu masih dianggap belum yang terdahsyat. Berarti, bisa jadi, sasaran bom-bom berikutnya adalah gudang-gudang rudal dan persenjataan Iran. Sampai Iran kehabisan senjata dan tidak bisa melawan lagi.

Tentu Iran juga tahu itu. Saya yang tidak tahu: taktik apa yang dilakukan Iran untuk mengungsikan persenjataan itu agar tidak disasar bom IsAm. Agar Iran bisa terus melawan.

Katakanlah –misalnya– IsAm bisa menghancurkan seluruh persediaan senjata Iran. Apakah Iran akan menyatakan kalah dan menyerah? Pasti tidak.

Apakah habisnya persenjataan Iran akan membuat rakyat Iran bisa dipengaruhi agar bangkit, turun ke jalan, menduduki istana, merebut pemerintahan?

Rasanya juga tidak.

Satu-satunya jalan agar rakyat mau turun ke jalan hanyalah ini: tentara IsAm menjalani perang di darat. Memenangkan pertempuran darat. Lalu menguasai pusat pemerintahan. Setelah itu mengundang rakyat seolah mereka yang merebut kekuasaan.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Krisis Bahlil

Oleh: Dahlan Iskan Perangnya di Iran krisisnya bisa di Indonesia: krisis batu...

Catatan Dahlan Iskan

Bom Suci

Oleh: Dahlan Iskan Anda sudah tahu: Ayatollah Ali Khamenei tewas Sabtu pagi...

Catatan Dahlan Iskan

Imlek Banteng

Oleh: Dahlan Iskan SAYA buka seluruh kancing baju. Saya bergegas ikut duduk...

Catatan Dahlan Iskan

Petir Ngambek

Oleh: Dahlan Iskan Siapa yang bilang ngambek itu tidak penting? Ngambek itu...