Home Ekonomi Harga Tiket Museum Nasional Naik, Pengamat Kebijakan: ‘Pikirkan Dulu’
EkonomiEntertainment

Harga Tiket Museum Nasional Naik, Pengamat Kebijakan: ‘Pikirkan Dulu’

Tiket museum nasional

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Museum Nasional Indonesia telah menaikkan harga tiket masuknya, yang berlaku mulai 1 Januari 2026.

Berikut adalah rincian tarif tiket yang baru:

Warga Negara Indonesia (WNI)

  • Dewasa: Rp50.000 (sebelumnya Rp25.000)
  • Pelajar/Mahasiswa: Rp30.000 (sebelumnya Rp15.000)
  • Rombongan (minimal 50 orang): Rp40.000 (dewasa) dan Rp24.000 (pelajar)
  • Anak berusia 0-3 tahun, lansia di atas 60 tahun, dan penyandang disabilitas mendapatkan akses gratis.

Warga Negara Asing (WNA)

  1. Umum: Rp150.000 (sebelumnya Rp50.000)
  2. WNA Kitas: Rp50.000

Perlu dicatat bahwa tiket untuk ruang Imersifa (ImersifA) dijual terpisah seharga Rp35.000, dan pengunjung wajib memiliki tiket masuk museum untuk dapat mengaksesnya. Pembelian tiket dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi tiket.com atau website Museum Nasional, atau secara langsung di lokasi (non-tunai).

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Nasional, Ansori Baharudin Syah, menilai kebijakan kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional perlu ditinjau kembali agar tidak memberatkan masyarakat.

Ia menyoroti lonjakan tarif yang mencapai dua kali lipat dan menilai kebijakan tersebut cukup mengherankan mengingat Museum Nasional mendapat pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Kalau kenaikan harga tiket masuk ke Museum Nasional sampai dua kali lipat, sudah pasti mengherankan. Museum kan punya pendanaan dari APBN, kenapa harus dibebankan lagi biaya masuk yang mahal ke masyarakat dengan alasan peningkatan fasilitas,” kata Ansori dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, Museum Nasional berada langsung di bawah pengelolaan pemerintah sehingga seharusnya ada koordinasi yang baik untuk menetapkan harga tiket yang tetap terjangkau bagi publik. Ia bahkan menyarankan agar tarif baru tersebut dibatalkan jika memungkinkan.

“Setiap keputusan diambil jangan sampai membuat minat edukasi publik menurun,” ujarnya.

Ansori menilai mahalnya harga tiket museum berpotensi menurunkan minat masyarakat untuk melakukan kunjungan edukatif. Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan kesan bahwa belajar sejarah dan budaya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

finnews.id – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan serius. Indonesian Hotel General Manager...