Home Lifestyle Gubernur DKI Jakarta Larang Pesta Kembang api saat Malam Tahun Baru 2026
Lifestyle

Gubernur DKI Jakarta Larang Pesta Kembang api saat Malam Tahun Baru 2026

Gubernur DKI jakarta

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan tidak akan ada pesta kembang api saat malam Tahun Baru 2026 di ibu kota.

“Saya segera memutuskan kembang api menurut saya juga nggak perlu ada. Jadi pakai (atraksi) drone saja cukup,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Jumat.

Sebagai alternatif hiburan yang lebih modern dan efisien, pesta kembang api akan diganti dengan pertunjukan drone di sejumlah titik pusat keramaian.

Pemerintah provinsi tetap menyiapkan panggung hiburan di 14 titik strategis di seluruh wilayah Jakarta untuk memecah konsentrasi massa, dengan pusat perayaan utama berada di kawasan Bundaran HI.

Sejalan dengan kebijakan tahun-tahun sebelumnya, penggunaan petasan oleh masyarakat tetap dilarang demi keamanan dan ketertiban umum.

Satpol PP dan jajaran kepolisian akan melakukan pengawasan serta patroli intensif untuk memastikan tidak ada warga atau pelaku usaha yang menyalakan kembang api atau petasan tanpa izin resmi.

Meski begitu, Pramono menegaskan perayaan tahun baru tetap harus berlangsung di Jakarta, tapi dengan cara yang sederhana.

Menurutnya, sebagai Ibu Kota Negara dan kota global, Jakarta tetap menjadi sorotan dunia.

Pramono juga menekankan bahwa masyarakat tetap diperbolehkan menyambut tahun baru sesuai cara masing-masing sebagai bentuk syukur.

Pada Senin (22/12), ia akan memutuskan secara rinci gelaran acara yang akan diadakan untuk menyambut pergantian tahun.

“Tapi yang jelas saya tidak ingin kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” kata Pramono.

Sebelumnya, ia juga menyebut akan menyiapkan tempat khusus untuk doa bersama bagi korban bencana di Sumatera saat perayaan malam pergantian tahun.

“Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung, berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara,” ujar Pramono.

Keputusan ini sekaligus menjadi bentuk perhatian Jakarta terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana, sambil tetap merayakan pergantian tahun secara aman dan sederhana.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Bagaimana Cara Memberi Selamat Hari Raya Nyepi secara Kekinian? Rahasia di sini

finnews.id – Selamat Hari Suci Nyepi atau Tahun Baru Saka 1948 untuk...

Lifestyle

Bagaimana Persiapan Nyepi di Malang? Intip Sakral-nya di sini

finnews.id – Jelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, umat...

LifestyleNews

Kuliner Wajib di Solo, Nasi Liwet Yu Sani Tawarkan Rasa Legendaris dan Harga Terjangkau

finnews.id -Bagi para pemudik yang melintasi Surakarta atau Solo, ada satu kuliner...

Lifestyle

Ritual Hari Raya Nyepi, Penyelamat Kehidupan Lebih Terkendali dan Berarti

finnews.id – Amati geni memiliki berbagai konotasi. Secara simbolik berarti mematikan api...