Home Hukum & Kriminal Kronologi Tragis Penusukan Bocah 9 Tahun di Rumah Mewah Cilegon: Ayah Temukan Korban Usai Telepon Darurat
Hukum & Kriminal

Kronologi Tragis Penusukan Bocah 9 Tahun di Rumah Mewah Cilegon: Ayah Temukan Korban Usai Telepon Darurat

Bagikan
Penusukan anak di BBS 3 Cilegon
Kronologi tragis penusukan bocah 9 tahun di rumah mewah BBS 3 Cilegon. Korban sempat dilarikan ayah kandungnya ke RS Bethsaida sebelum dinyatakan meninggal dunia.Foto:Ilustrasi/Unsplash
Bagikan

Finnews.id – Warga Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, digegerkan oleh peristiwa berdarah yang menimpa seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun. Korban mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya pada Selasa 16 Desember 2025 siang. Hingga kini, kepolisian masih terus memburu pelaku dan mendalami motif di balik penusukan keji tersebut.

Pihak kepolisian baru menerima laporan dan melakukan pengecekan di Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon sekitar pukul 15.30 WIB, sesaat setelah tim medis menyatakan nyawa korban tidak tertolong.

Berawal dari Telepon Sang Adik

Peristiwa memilukan ini terungkap saat ayah korban yang berinisial HM sedang bekerja di kawasan Ciwandan. Secara mendadak, HM menerima panggilan telepon dari anak keduanya yang meminta pertolongan dengan nada panik.

Mendengar situasi darurat di rumahnya, HM bergegas meninggalkan tempat kerja dan memacu kendaraannya menuju rumah mereka di Perumahan BBS 3. Namun, suasana senyap rumah mewah tersebut justru menyambutnya dengan pemandangan yang menyayat hati.

Detik-detik Penemuan Korban

Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, menjelaskan bahwa HM menemukan anaknya dalam posisi tengkurap sesaat setelah membuka pintu rumah. Kondisi korban sangat memprihatinkan dengan luka serius yang memicu pendarahan hebat di lantai rumah.

“Ayah korban langsung mengevakuasi anaknya ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi bersama seorang saksi guna mendapatkan pertolongan medis segera,” ungkap Kompol Firman pada Rabu 17 Desember 2025.

Luka Tusuk Benda Tajam

Sayangnya, takdir berkata lain. Setelah menjalani pemeriksaan medis di ruang darurat, pihak rumah sakit mengonfirmasi bahwa bocah malang tersebut telah meninggal dunia. Tim medis menemukan adanya bekas luka robek yang identik dengan tusukan benda tajam sebagai penyebab utama kematian korban akibat kehabisan darah.

Hingga saat ini, jajaran Polsek Cilegon bersama Satreskrim Polres Cilegon masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam. Polisi mengumpulkan bukti-bukti fisik dan memintai keterangan sejumlah saksi untuk menyusun rangkaian peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa anak di bawah umur tersebut.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Skandal 'Uang Pelicin' Rp300 Juta Polsek Cempaka Putih! Yusril Ihza Mahendra Siap Sikat Oknum Nakal Kasus Ammar Zoni
Hukum & Kriminal

Skandal ‘Uang Pelicin’ Rp300 Juta Polsek Cempaka Putih! Yusril Ihza Mahendra Siap Sikat Oknum Nakal Kasus Ammar Zoni

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari aktor Ammar Zoni yang menyeret institusi...

Gugatan Adly Fairuz Akpol
Hukum & Kriminal

Terseret Gugatan Akpol Senilai Rp 5 Miliar, Adly Fairuz Pilih Fokus Kerja dan Janji Kooperatif

Finnews.id – Aktor pesinetron Adly Fairuz tengah menjadi pusat perhatian publik setelah...

Hukum & Kriminal

Waspada! Temuan PPAPP, Anak-Anak Jakarta Ada yang Terpapar Paham Terorisme

finnews.id – Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta...

Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej dalam wawancara cegat usai acara sosialisasi KUHP-KUHAP baru kepada Pepabri di Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Muhammad Rizki
Hukum & Kriminal

Pemerintah dan DPR Siap Sidang Uji Materi KUHP dan KUHAP di MK

finnews.id – Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan pemerintah dan...