finnews.id – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Bimo Ariotedjo, akhirnya angkat bicara setelah namanya termasuk dalam daftar menteri yang terkena perombakan Kabinet Merah Putih. Politikus muda berusia 34 tahun ini mengaku kaget sekaligus tidak mengetahui alasan pasti mengapa dirinya digantikan setelah dua tahun memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Meski demikian, Dito menegaskan dirinya menerima penuh keputusan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-8, Prabowo Subianto. Ia menyebut reshuffle merupakan hak prerogatif presiden yang tidak bisa dipertanyakan.
“Saya tidak tahu. Itu hak prerogatif bapak presiden. Jadi sama sekali tidak tahu,” ujar Dito saat ditemui di kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Senin, 8 September 2025 malam WIB.
Kabar Reshuffle Diterima Sejak Pagi
Dito menjelaskan bahwa dirinya baru mendapatkan informasi soal perombakan kabinet pada Senin pagi. Keputusan tersebut diumumkan bersamaan dengan pergantian empat menteri lain di Kabinet Merah Putih.
“Tadi diinfo pagi hari,” ucapnya. Ia menambahkan, agenda pelantikan seharusnya digelar sore hari. Namun, khusus untuk Kemenpora, prosesnya masih tertunda karena kandidat pengganti masih berada di luar kota.
Kursi Menpora Masih Kosong
Hingga Senin malam, posisi Menpora masih kosong. Sejumlah nama pun mulai beredar sebagai kandidat pengganti Dito. Salah satu yang mencuat adalah Puteri Anetta Komarudin, politikus muda dari Partai Golkar. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai siapa yang akan mengisi kursi tersebut.
“Diagendakan sore untuk pelantikan, tapi ternyata khusus Kemenpora masih menunggu kandidat,” kata Dito.
Perjalanan Dito di Kemenpora
Dito pertama kali menjabat Menpora pada 2023 menggantikan Zainudin Amali. Saat itu, Zainudin memilih mundur dari jabatan karena fokus sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Keputusan tersebut membuka jalan bagi Dito untuk dipercaya Presiden Joko Widodo mengisi posisi strategis itu.