Finnews.id – Tekno Infrastruktur Komputasi Berkinerja Tinggi (HPC) berupa superkomputer untuk pembelajaran AI yang dibangun oleh Korea Selatan bersama negara-negara ASEAN telah resmi beroperasi di Indonesia.
Proyek ini merupakan pencapaian nyata dari program Kerja Sama Digital Korea Selatan dan ASEAN yang diinisiasi bersama Institut Informasi Sains dan Teknologi Korea (KISTI), dengan dukungan dana sebesar 10 juta dolar AS dari Dana Kerja Sama Korea Selatan dan ASEAN (AKCF) untuk periode tahun 2024 hingga 2028.
Superkomputer yang dipasang di Indonesia ini memiliki kapasitas performa komputasi sebesar 4,2 petaflops (PF). Infrastruktur ini akan menjadi fondasi utama dalam analisis data skala besar serta pelatihan model AI berukuran raksasa.
Pemerintah Korea Selatan juga berencana memberikan pelatihan dan pendidikan teknologi kepada sekitar 160 tenaga lokal hingga tahun 2028, serta mengadaptasi dan membangun platform Sistem Informasi Layanan Teknologi Sains Nasional (NTIS) milik KISTI sesuai dengan kebutuhan lokal.
Proyek strategis ini juga mengintegrasikan berbagai teknologi mutakhir asal Korea Selatan, termasuk perangkat lunak HPC domestik, semikonduktor AI buatan Korea, serta teknologi keamanan siber.
Langkah ini dinilai berhasil membangun landasan kuat bagi perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk mengekspansi pasar mereka di kawasan ASEAN.
Direktur Jenderal Kebijakan AI di Kementerian Sains, Teknologi, Informasi dan Komunikasi Korea Selatan, Kim Kyung-man, menyatakan bahwa proyek tersebut akan menjadi pijakan penting untuk memperkuat pengaruh digital Korea Selatan di kawasan ASEAN serta memimpin kerja sama multilateral di bidang AI.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pertukaran teknologi dan penelitian bersama secara berkelanjutan.
Bukti Superkomputer Kelas Dunia di Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemerintah Korea Selatan resmi meluncurkan fasilitas ASEAN-Korea High Performance Computing di Jakarta pada Kamis (18/6/2026). Fasilitas superkomputer ini memiliki performa komputasi puncak mencapai 4,28 petaflops dan telah diajukan sebagai kandidat dalam daftar 500 superkomputer terbaik dunia.