Oleh: Dahlan Iskan
Inilah kakak beradik yang bisa saling mengisi. Hasilnya: sukses besar sebagai eksporter mebel ke seluruh dunia. Si kakak bagian marketing. Si adik bagian produksi. Si kakak bertugas mengejar omzet, si adik yang menjaga kualitas produksi.
“Anda ini insinyur?” tanya saya kepada si adik.
“Saya dokter gigi,” jawabnya.
“Hah?”
“Dokter gigi lulusan Unair,” jelasnya.
“Bagaimana seorang dokter gigi bisa jadi kepala produksi pabrik mebel berskala internasional?”
“Terpaksa,” katanya serius.
Kala itu si kakak, Ir Harsono Enggalhardjo, sedang ingin mendirikan usaha baru. Ia tertarik pada dokumen perencanaan bisnis sebuah perusahaan mebel raksasa. Dokumen itu sudah di peti es. Tidak jadi dijalankan. Kalau ada yang mau menjalankannya silakan saja ambil dokumen itu.
Si kakak tahu bagaimana cara menjual produk yang batal diproduksi itu. Tapi ia tidak tahu bagaimana cara memproduksinya. Cari-cari orang yang cocok pun tidak ketemu.
Maka si kakak bertekad merayu adiknya agar mau memimpin produksi. Sayangnya si adik sudah jadi pegawai negeri. Apakah mau berhenti. Apalagi ia baru berhasil pindah ke Semarang setelah bertugas di Kalsel, Jayapura, dan Manokwari.
Itulah drg Winarto Enggalhardjo. Setelah lulus Unair, Winarto mendaftar menjadi tentara. Pangkatnya letnan satu.
“Kan Anda Tionghoa. Kenapa ingin jadi tentara?”
“Kakak saya yang satunya juga tentara. Pangkatnya letnan kolonel,” ujar Winarto.
Ia akhirnya berhenti dari dinas tentara. Pilih pindah jadi pegawai negeri.
Di Manokwari, Winarto sempat buka praktik sebagai dokter gigi. Ia beli kursi pasien buatan Jepang. Ketika pindah ke Semarang kursi itu ia jual.
Tidak lama setelah jadi pegawai negeri itulah si kakak minta Winarto mengepalai produksi pabrik yang baru. “Apa boleh buat,” kata Winarto.
Ketelitiannya sebagai dokter gigi itulah yang ia terapkan di produksi mebel. Kualitasnya ia jaga sungguh-sungguh seperti menjaga giginya orang kaya. “Kebetulan mata saya awas. Dokter gigi itu matanya harus baik,” katanya.
Kini perusahaan di Semarang itu, PT Saniharto menjadi eksporter mebel kelas atas ke seluruh dunia. Hotel-hotel bintang lima di berbagai kota dunia ambil mebel Saniharto. Mulai di Las Vegas, Boston, sampai New York.