Finnews.id – Viral Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyatakan ketidakpuasan yang mendalam terhadap deklarasi bersama Kelompok Tujuh (G7) yang menyerukan denuklirisasi secara total di Korea Utara, menurut media pemerintah setempat pada Kamis (18/6).
Korea Utara mengecam keras pernyataan bersama para pemimpin G7 yang menegaskan kembali komitmen terhadap denuklirisasi penuh Korea Utara.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (18/06), Wakil Direktur Departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea Utara, Kim Yo-jong, mengkritik negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, yang kembali mengulang seruan denuklirisasi dalam KTT G7 di Prancis.
Dalam sebuah pernyataan, Kim Yo Jong yang juga menjabat sebagai pejabat senior partai penguasa Korea Utara itu mengatakan denuklirisasi adalah tujuan kosong yang tidak akan pernah terwujud.
Dia juga menolak tuntutan negara-negara G7 dengan menyebutnya “sama sekali ketinggalan zaman”, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Ia juga menyampaikan ketidakpuasan dan penyesalan yang mendalam atas tindakan G7 yang dinilai melampaui kewenangannya serta merupakan pelanggaran langsung terhadap konstitusi Korea Utara.
Kim menegaskan bahwa status nuklir Korea Utara tidak lagi dapat diperdebatkan. Ia juga menyatakan bahwa senjata nuklir merupakan alat pertahanan diri untuk menghadapi ancaman nuklir yang terus-menerus dari negara-negara musuh.
Para pemimpin G7 yang berkumpul di Evian, Prancis, pada Rabu (17/06), menyatakan keprihatinan mendalam atas program nuklir dan rudal balistik Korea Utara. Dalam pernyataan bersama, mereka menyerukan denuklirisasi penuh Korea Utara sesuai dengan resolusi Dewan Kemanan PBB.
Kim Yo Jong menegaskan kembali sikap Korea Utara yang menanggap senjata nuklir sangat penting untuk pertahanan diri dan negaranya tidak akan pernah menerima denuklirisasi.
Pernyataan Kim Yo Jong itu muncul setelah para pemimpin G7 bertemu di Kota Evian-les-Bains, Prancis, dalam KTT yang berlangsung hingga Rabu (17/6).