finnews.id – Impian berangknat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji 2026 tidak selalu berjalan mulus bagi semua orang. Kisah Nek Sania (72), seorang janda asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menjadi gambaran nyata perjuangan itu.
Nek Sania sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di usia yang sudah senja, ia tetap berusaha keras agar bisa memenuhi panggilan suci ke Tanah Suci. Namun, jalan itu tidak mudah. Demi bisa melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) 1447 H/2026 M, ia terpaksa berutang kepada sejumlah pihak.
Melihat kondisi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI langsung bergerak cepat. Pemerintah melakukan pendataan menyeluruh terhadap jemaah haji prasejahtera yang terpaksa berutang demi bisa berangkat haji 2026.
Langkah ini muncul sebagai respons atas meningkatnya perhatian terhadap calon jemaah yang kesulitan melunasi biaya haji. Kemenhaj RI ingin memastikan bahwa proses ibadah haji tidak membebani masyarakat secara berlebihan, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.
Cara Realistis Wujudkan Impian Haji Tanpa Terjebak Utang
Kisah ini sekaligus membuka mata banyak orang bahwa perencanaan keuangan memegang peranan penting. Agar impian ke Tanah Suci tidak berubah menjadi beban, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan secara disiplin:
1. Prioritaskan Pelunasan Utang
Sebelum mulai menabung untuk haji, pastikan utang yang sudah jatuh tempo terselesaikan lebih dulu. Langkah ini membantu menjaga stabilitas keuangan dan menghindari tekanan ganda.
2. Fokus Menabung Secara Konsisten
Kurangi pengeluaran konsumtif yang tidak penting. Alokasikan sebagian pendapatan secara rutin setiap bulan untuk tabungan haji agar target lebih cepat tercapai.
3. Gunakan Rekening Khusus Tabungan Haji
Pisahkan dana haji dari rekening utama. Dengan begitu, dana tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain yang bersifat impulsif.
4. Evaluasi Utang Konsumtif
Hentikan kebiasaan berutang untuk kebutuhan gaya hidup atau keinginan sesaat. Langkah ini penting agar kondisi finansial tetap sehat dalam jangka panjang.
5. Cari Sumber Penghasilan Tambahan
Jika pendapatan utama terasa tidak cukup, manfaatkan peluang usaha sampingan. Tambahan penghasilan bisa mempercepat proses menabung untuk haji.