Oleh: Dahlan Iskan

“Berutang tambah beban. Tidak berutang tidak bisa berkembang”.

Saya dihadapkan pada dilema itu. Kemarin. Si pembawa dilema: enam orang pengusaha-pejuang dari berbagai kota. Mereka disebut pengusaha karena memang punya perusahaan.

Ada yang sampai punya perusahaan di Afrika. Mereka disebut pejuang karena sangat gigih berkampanye: hindari utang. Jangan punya utang. Yang punya utang segera lunasi: mulai lagi jadi pengusaha yang tanpa utang.

Enam orang itu mendatangi saya: agar mau bersama mereka membahas dilema besar pengusaha: “Berutang tambah beban. Tidak berutang tidak bisa berkembang”.

“Dilema itu adalah kado kami untuk ulang tahun ke-75 Pak Dahlan,” ujar Mulyono, pengusaha pupuk organik asal Gumolong, Sragen.

Pak Mul punya banyak perusahaan. Termasuk yang didirikan tahun 1916 di Kamerun, Afrika. “Maafkan kado kami bukan jam Rolex atau buket bunga,” ujarnya lantas tersenyum.

Kado mereka adalah sebuah workshop yang akan membahas dilema itu. Mereka mengajak rundingan: kapan dan di mana. “Harus di hotel bintang lima. Harus di bulan Agustus agar berdekatan dengan hari lahir,” ujar Pak Mul, kini 55 tahun.

Maka kami pun sepakat: di ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, tanggal 13 Agustus 2026. Peserta dibatasi: 200 orang. Harus pengusaha dengan omzet minimal Rp 1 miliar.

Dulu anggota kelompok ini tidak pakai batas omzet. Pokoknya pengusaha. Meledak. Terlalu banyak anggota. Akhirnya kurang fokus.

Ketika belum dibatasi, nama kelompok ini disebut MTR –Masyarakat Tanpa Riba. Lama kelamaan semangat “tanpa riba” lebih kencang daripada semangat “jadi pengusaha”.

Lantas lebih terkesan sebagai gerakan keagamaan. Bahkan jadi gerakan dakwah. Lupa jati diri sebagai pengusaha. Sering usahanya tidak dapat perhatian karena lebih rajin berdakwah. Akhirnya utang tidak terbayar. Istri mengeluh: sering didatangi tukang tagih, sementara sang suami pergi berdakwah.

Akhirnya diputuskan: “gen” pengusaha harus dikembalikan ke anggota. Nama MTR pun diganti menjadi MMC: MTR Miliader Club.

Lalu berubah lagi menjadi FEB: The Empire Builder. Terakhir nama itu menjadi SyaREA World.