Peluncuran fasilitas ini digelar di Gedung B.J. Habibie dan dihadiri oleh Kepala BRIN Arif Satria serta perwakilan pemerintah Korea Selatan. Kehadiran superkomputer ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas riset berbasis data dan kecerdasan buatan di kawasan Asia Tenggara.
Superkomputer ini memiliki performa komputasi puncak teoritis mencapai 4,28 petaflops dan performa maksimum 3,10 petaflops berdasarkan pengujian standar. Infrastruktur tersebut didukung konektivitas 10 GbE melalui Indonesia Research and Education Network, sehingga memungkinkan akses berkecepatan tinggi melalui jaringan riset dan pendidikan di negara-negara anggota ASEAN.
Lebih dari Sekadar Mesin Komputasi
Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa pengembangan fasilitas ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur komputasi modern. Superkomputer ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi riset dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di kawasan ASEAN. Lebih dari sekadar superkomputer, fasilitas ini merupakan aset strategis bagi ASEAN. Akses terhadap komputasi tingkat lanjut akan menjadi penting dalam mendukung inovasi, transformasi digital, dan daya saing ekonomi kawasan di masa depan, ujar Arif dalam sambutannya.