Ducati Tetap Jadi Andalan
Kemenangan Marquez di Hungaria juga bertepatan dengan akhir pekan yang sulit bagi Aprilia. Jorge Martin terlibat insiden pada lap pembuka yang menyebabkan dirinya dan beberapa pembalap lain gagal finis, termasuk rekan setimnya Marco Bezzecchi.
Meski demikian, Marquez tidak ingin terlalu memikirkan kesulitan yang dialami rival-rivalnya. Fokusnya tetap tertuju pada performa Ducati sepanjang musim.
Ia menilai Ducati masih memiliki paket terbaik di MotoGP saat ini. Dalam kejuaraan yang berlangsung selama 22 seri, konsistensi motor dan tim dianggap lebih penting dibanding hasil satu balapan tertentu.
Belajar Menikmati Balapan
Selain soal performa dan kondisi fisik, Marquez juga mengungkapkan adanya perubahan pendekatan dalam kariernya. Ia mengaku selama bertahun-tahun selalu memberikan tekanan besar kepada dirinya sendiri untuk meraih hasil terbaik.
Pengalaman menghadapi cedera panjang membuatnya mulai mengubah cara pandang tersebut. Kini, Marquez ingin menikmati setiap momen di lintasan tanpa kehilangan semangat kompetitif yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Meski berusaha lebih santai, pembalap berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa mentalitas bertarungnya tidak berubah. Setiap sesi latihan maupun balapan tetap dijalani dengan target memberikan performa maksimal.
Penutup
Kemenangan di MotoGP Hungaria menjadi sinyal positif bagi kebangkitan Marc Marquez bersama Ducati. Namun, pembalap Spanyol itu memilih tetap realistis dan tidak ingin terburu-buru membicarakan peluang meraih gelar juara dunia MotoGP 2026.
Dengan kondisi fisik yang masih terus dipulihkan dan sejumlah lintasan menantang menanti di depan, Marquez merasa masih membutuhkan waktu untuk mengetahui batas kemampuan sebenarnya. Meski demikian, kemenangan di Balaton Park menunjukkan bahwa namanya kembali layak diperhitungkan dalam persaingan papan atas MotoGP musim ini.
Referensi:
- Motorsport.com — “Marc Marquez insists he is ‘not ready’ for MotoGP title fight despite dominant Hungary win”