finnews.id – Lewis Hamilton mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan bersama Ferrari pada musim Formula 1 2026. Setelah menjalani tahun debut yang sulit bersama tim asal Italia tersebut, juara dunia tujuh kali itu kini merasa kemenangan pertamanya dengan Ferrari semakin dekat untuk diraih.

Perubahan regulasi yang diterapkan pada musim 2026 menjadi titik balik penting bagi Hamilton. Mobil generasi baru yang lebih lincah dinilai lebih sesuai dengan gaya membalapnya, sekaligus memberinya kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam pengembangan arah tim.

Performa pembalap Inggris berusia 41 tahun itu pun mengalami peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya. Jika pada 2025 ia gagal meraih satu pun podium dan tertinggal jauh dari rekan setimnya Charles Leclerc, kini Hamilton mampu bersaing di papan atas klasemen.

Setelah enam seri berlangsung, Hamilton menempati posisi kedua klasemen pembalap dan sukses mencatatkan dua hasil finis runner-up secara beruntun di belakang pemimpin klasemen, Andrea Kimi Antonelli.

Usai Grand Prix Monaco, Hamilton mengaku merasa kemenangan pertamanya bersama Ferrari sudah sangat dekat.

“Itu tidak bisa lebih dekat lagi,” ujar Hamilton mengenai peluangnya meraih kemenangan perdana bersama Scuderia.

Meski tertinggal 66 poin dari Antonelli dalam perebutan gelar juara dunia, Hamilton memilih fokus pada perkembangan yang telah dicapai Ferrari daripada memikirkan peluang merebut gelar kedelapan dalam kariernya.

Ia bahkan mengaku terkejut bisa berada di posisi kedua klasemen setelah menjalani musim yang begitu berat setahun sebelumnya.

“Saya tidak percaya bisa berada di posisi kedua klasemen dan saya sangat bahagia serta bersyukur untuk itu,” katanya.

Hamilton juga memberikan apresiasi kepada kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, yang dinilainya berperan besar dalam proses kebangkitannya. Menurut Hamilton, Vasseur mendengarkan berbagai masukan yang ia berikan sejak musim lalu dan berani melakukan perubahan yang dibutuhkan.

Pembalap yang pernah meraih gelar GP2 bersama Vasseur pada 2006 itu mengungkapkan bahwa sejumlah penyesuaian dalam tim dan pengembangan mobil mulai memberikan hasil nyata di lintasan.

“Saya akhirnya bisa melihat hasil dari perubahan itu dan sekarang saya bisa memberikan hasil untuk tim,” ujarnya.

Peningkatan performa Hamilton juga terlihat dari catatan duel internal melawan Leclerc. Setelah kalah telak dalam kualifikasi sepanjang musim 2025, Hamilton kini justru unggul dalam perbandingan head-to-head musim ini, termasuk sesi sprint.

Meski demikian, tantangan terbesar masih datang dari Mercedes yang tampil dominan sepanjang awal musim. Tim tersebut bahkan berhasil mempertahankan rekor sempurna berkat penampilan luar biasa Antonelli yang telah mengoleksi lima kemenangan beruntun.

Hamilton mengakui kehebatan mantan timnya tersebut sekaligus memberikan pujian kepada Antonelli yang kini menjadi salah satu bintang baru Formula 1.

“Dia melakukan pekerjaan yang luar biasa dan saya bersyukur bisa menyaksikan momen besarnya saat ini,” kata Hamilton.

Meski jarak dengan Mercedes masih cukup besar, Hamilton menegaskan Ferrari belum menyerah. Ia melihat semangat juang yang kembali tumbuh di dalam tim dan percaya kerja keras yang dilakukan saat ini pada akhirnya akan membawa mereka menuju kemenangan.

Menurutnya, Ferrari masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan, namun arah perkembangan tim sudah berada di jalur yang benar.

Dengan performa yang terus meningkat dan kepercayaan diri yang kembali pulih, Hamilton kini berada dalam posisi terbaiknya sejak bergabung dengan Ferrari. Jika tren positif ini berlanjut, kemenangan perdana bersama tim legendaris asal Maranello tersebut tampaknya hanya tinggal menunggu waktu.

Referensi: