2. Manfaatkan Fitur di Aplikasi Digital
Pada era digital saat ini, Anda tidak perlu lagi repot datang ke kantor cabang atau menunggu lama di sambungan telepon Customer Service. Penyedia layanan seperti digibank by DBS, misalnya, telah menyediakan fitur kenaikan limit langsung melalui aplikasi. Anda cukup masuk ke menu pengaturan kartu dan memilih nominal kenaikan yang diinginkan. Cara ini jauh lebih praktis dan meminimalisir kesalahan manusia saat penginputan data.

3. Siapkan Dokumen Pendukung Kenaikan Penghasilan
Bank adalah lembaga yang sangat bergantung pada data. Jika Anda ingin menaikkan limit secara permanen, siapkan bukti bahwa kemampuan finansial Anda memang meningkat. Dokumen yang biasanya mereka minta meliputi:

Slip gaji terbaru (minimal 3 bulan terakhir).

Laporan mutasi rekening tabungan.

Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak.

Fotokopi NPWP yang telah diperbarui.

Melampirkan dokumen yang lengkap dan valid akan mempercepat proses verifikasi tim analis bank.

4. Pengisian Formulir dengan Akurasi Tinggi
Saat mengisi formulir pengajuan, pastikan semua informasi yang Anda cantumkan selaras dengan dokumen pendukung. Ketidakcocokan data, meski hanya detail kecil, bisa menjadi alasan bank menolak pengajuan Anda. Bacalah setiap petunjuk dengan teliti agar Anda tidak salah pilih antara pengajuan limit permanen atau sementara.

Tips Agar Pengajuan Disetujui (Approval Rate Tinggi)

Selain prosedur teknis, ada beberapa faktor psikologis perbankan yang bisa Anda manfaatkan. Pertama, gunakan kartu kredit secara aktif namun tetap berada di bawah 80% dari limit saat ini. Bank akan melihat Anda sebagai nasabah yang aktif namun tetap terkontrol.

Kedua, pastikan Anda selalu membayar tagihan secara penuh (full payment) sebelum jatuh tempo. Rasio utang terhadap pendapatan yang rendah akan membuat skor kredit Anda di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK terlihat sangat baik. Jika skor kredit Anda hijau, bank justru akan dengan senang hati menawarkan kenaikan limit tanpa diminta.