Keterbatasan di Gigi Tinggi dan Akselerasi

Selain masalah mesin secara umum, Miller juga menyoroti perbedaan performa Yamaha pada rentang gigi tertentu. Menurutnya, motor M1 masih cukup kompetitif pada gigi rendah, namun mulai tertinggal saat memasuki gigi menengah hingga tinggi.

Ia menjelaskan bahwa:

“Di gigi satu, dua, dan tiga kami tidak terlalu buruk. Tetapi di gigi empat, lima, dan enam kami kehilangan banyak waktu.”

Pernyataan ini menggambarkan bahwa masalah Yamaha bukan hanya soal kecepatan puncak, tetapi juga distribusi tenaga yang tidak konsisten pada berbagai fase akselerasi.

Kondisi ini membuat para pembalap Yamaha kesulitan untuk menjaga ritme balapan, terutama ketika harus bersaing langsung di trek lurus panjang seperti Mugello.

Dampak pada Strategi Balapan

Keterbatasan mesin Yamaha turut mempengaruhi gaya balap para pembalapnya. Miller menyoroti bahwa mereka sering kali harus melakukan pengereman lebih lambat dibandingkan rival, yang pada akhirnya memberikan tekanan lebih besar pada ban.

Ia juga menyebut bahwa strategi keluar tikungan menjadi tidak ideal karena harus membuka gas lebih awal untuk menutupi kekurangan akselerasi.

Hal ini berdampak pada menurunnya daya cengkeram ban belakang, sehingga motor menjadi lebih sulit dikendalikan dalam jangka panjang.

Upaya Perbaikan dan Pengumpulan Data

Meski kritik yang disampaikan cukup tajam, Miller menegaskan bahwa tim Yamaha tetap berupaya mencari solusi terbaik. Ia menyebut bahwa setiap akhir pekan balapan digunakan sebagai kesempatan untuk mengumpulkan data penting demi pengembangan motor.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memahami secara detail di mana letak kekurangan terbesar agar pengembangan bisa lebih tepat sasaran.

Ia menambahkan bahwa tim tetap mencoba mengambil sisi positif dari setiap sesi, meskipun hasilnya belum memuaskan.

Gambaran Besar Yamaha di MotoGP 2026

Situasi yang dihadapi Yamaha pada musim 2026 menunjukkan bahwa mereka masih berada dalam fase transisi teknis. Ketertinggalan di sektor mesin membuat mereka kesulitan bersaing dengan pabrikan lain yang lebih unggul dalam hal tenaga dan akselerasi.

Pernyataan Jack Miller menjadi salah satu gambaran paling jelas tentang tantangan yang sedang dihadapi tim Jepang tersebut. Kritik ini sekaligus menegaskan bahwa pembenahan sektor mesin menjadi prioritas utama jika Yamaha ingin kembali kompetitif di barisan depan MotoGP.