finnews.id – Jack Miller kembali menjadi pusat perhatian setelah memberikan penilaian terbuka mengenai kondisi Yamaha di MotoGP 2026. Usai Sprint Race di Mugello, ia menyoroti masalah yang menurutnya sudah lama menghambat performa motor YZR-M1, terutama di sektor tenaga mesin yang berdampak luas ke seluruh aspek balapan.
Dalam komentarnya kepada media, Miller tidak menutupi rasa frustrasinya terhadap situasi yang dihadapi Yamaha. Ia menegaskan bahwa kesulitan tim bukan hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari bagaimana motor tersebut kehilangan daya saing di lintasan.
Mesin Jadi Akar Masalah Utama Yamaha
Jack Miller menilai bahwa masalah terbesar Yamaha berpusat pada sektor mesin. Menurutnya, kekurangan tenaga di unit tersebut menciptakan efek domino yang merugikan performa secara keseluruhan.
Ia menyebut bahwa ketika motor tidak memiliki kecepatan yang cukup di lintasan lurus, seluruh karakter motor ikut terdampak, termasuk pengereman dan traksi ban.
Dalam pernyataannya, Miller menjelaskan secara tegas bahwa:
“Pada akhirnya, banyak masalah kami berasal dari mesin. Kami harus lebih baik di sektor mesin. Ini seperti efek berantai, ketika kamu mengerem lebih lambat dari yang lain, motor akan terasa semakin sulit dikendalikan.”
Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat ban bekerja lebih keras dari seharusnya, karena pembalap harus memaksakan akselerasi lebih awal untuk mengejar waktu di lintasan.
Performa Yamaha di Sprint Mugello
Pada Sprint Race Mugello, Miller hanya mampu finis di posisi ke-16 setelah menjalani duel ketat dengan beberapa pembalap lain, termasuk Fabio Quartararo dan Maverick Viñales. Namun ia kehilangan posisi lebih lanjut setelah melebar di beberapa lap terakhir.
Sementara itu, Alex Rins menjadi pembalap Yamaha dengan hasil terbaik, meskipun finis jauh dari posisi terdepan. Situasi ini memperkuat gambaran bahwa Yamaha masih tertinggal dalam hal kecepatan dibandingkan pabrikan lain di grid MotoGP 2026.
Miller menilai bahwa meski ada beberapa sektor yang masih bisa diandalkan, kelemahan di bagian atas putaran mesin menjadi faktor penentu yang sulit ditutupi.