finnews.id – Pembalap Fabio Quartararo mengaku belum menemukan perubahan besar dari pengembangan terbaru motor Yamaha V4 usai menjalani tes pasca-balapan MotoGP Catalunya 2026. Meski mencatat waktu tercepat kedua pada sesi Senin, Quartararo menilai paket baru Yamaha masih menyimpan kelemahan utama, terutama pada kecepatan di trek lurus.

Fokus utama Yamaha dalam tes tersebut adalah menguji desain wing depan terbaru yang menggabungkan konsep aerodinamika motor 2026 dengan model “tri-plane” lama yang sebelumnya pernah dipakai Yamaha inline.

Quartararo sendiri sebelumnya sudah kembali menggunakan wing model lama sejak tes Jerez karena merasa kehilangan feeling pada bagian depan motor di awal musim.

“Kami hanya mengetes wing depan dan beberapa setelan. Tidak ada sesuatu yang benar-benar spesial,” ujar Quartararo.

Wing Baru Yamaha Dinilai Mirip Versi Lama

Menurut juara dunia MotoGP 2021 itu, karakter wing terbaru Yamaha ternyata tidak jauh berbeda dibanding spesifikasi sebelumnya.

“Desainnya lebih mirip wing tri-plane lama. Itu sebabnya saya ingin mencobanya. Tapi saat dipakai di lintasan, rasanya benar-benar mirip,” kata Quartararo.

Walau berhasil menutup tes di posisi kedua di belakang Pedro Acosta, Quartararo menegaskan hasil tersebut belum bisa dijadikan tolok ukur performa sesungguhnya.

Ia menyebut grip lintasan Catalunya saat tes berlangsung sangat tinggi sehingga banyak pembalap mampu mencatat waktu cepat tanpa harus memaksimalkan motor seperti saat sesi kualifikasi.

Masalah Top Speed Masih Jadi PR Besar Yamaha

Quartararo juga menyoroti masalah top speed Yamaha yang dinilai masih tertinggal dibanding rival-rival utama MotoGP.

Saat tes berlangsung, Yamaha hanya berada di posisi ke-14 dalam catatan speed trap. Situasi itu memperlihatkan bahwa proyek mesin V4 Yamaha masih belum memberikan lonjakan performa signifikan.

“Kami mencoba meningkatkan feeling dan konsistensi motor. Grip lintasan sangat bagus hari ini, jadi lap time terlihat bagus juga,” jelas Quartararo.

“Tapi ketika grip tinggi, motornya memang terasa lebih baik. Masalahnya, top speed kami masih lemah. Memang seperti itu kondisinya sekarang.”