finnews.id – Joan Mir memberi sinyal kuat bahwa perjalanannya bersama Honda di MotoGP memang sudah mendekati akhir sejak beberapa bulan terakhir. Bukan sekadar hasil buruk atau rumor transfer, pebalap asal Spanyol itu mengaku mulai kehilangan keyakinan terhadap arah proyek Honda setelah menjalani musim yang penuh frustrasi.

Meski sempat tampil kompetitif di MotoGP Catalunya, Mir memastikan keputusan hengkang sudah dibuat jauh sebelumnya dan tidak dipengaruhi hasil balapan terbaru.

Joan Mir Merasa Sudah Maksimal bersama Honda

Dalam pernyataannya usai MotoGP Catalunya, Joan Mir menegaskan dirinya memahami betul batas kemampuan motor Honda saat ini. Menurutnya, ia sudah memberikan semua yang bisa dilakukan sebagai pebalap.

“Saya tahu kemampuan saya dan saya tahu apa yang bisa saya lakukan dengan motor ini,” ujar Mir.

Kalimat itu dianggap banyak pengamat sebagai sindiran halus terhadap perkembangan RC213V yang masih tertinggal dibanding Ducati, KTM, maupun Aprilia.

Sejak bergabung dengan Honda setelah Suzuki keluar dari MotoGP, Mir memang lebih sering berkutat dengan cedera, crash, dan kesulitan finis di papan atas. Situasi tersebut membuat karier sang juara dunia 2020 terlihat stagnan dalam beberapa musim terakhir.

MotoGP Jerez Jadi Titik Penentu

Joan Mir mengungkapkan bahwa keputusan meninggalkan Honda dibuat saat MotoGP Jerez pada April lalu. Seri kandang tersebut menjadi momen penting yang mengubah arah masa depannya.

“Di Jerez saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan di tempat lain,” kata Mir.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Mir sebenarnya sudah lama mempertimbangkan masa depannya, bahkan sebelum rumor Fabio Quartararo ke Honda semakin ramai dibicarakan.

Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa Mir ingin segera keluar dari tekanan proyek yang belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Honda Mulai Siapkan Era Baru

Di sisi lain, Honda memang sedang bergerak menuju proyek baru untuk MotoGP 2027. Nama Fabio Quartararo disebut telah mencapai kesepakatan dengan HRC, sementara talenta muda David Alonso juga masuk radar tim pabrikan Jepang itu.

Perubahan regulasi besar MotoGP pada 2027 membuat banyak pabrikan mulai merombak strategi sejak sekarang, termasuk Honda yang ingin membangun ulang fondasi tim.

Kepergian Joan Mir praktis membuka ruang bagi kombinasi rider baru yang dianggap lebih sesuai dengan proyek jangka panjang HRC.

Namun kehilangan Mir tetap menjadi kerugian karena Honda akan ditinggal salah satu rider paling berpengalaman di grid MotoGP saat ini.