finnews.id – Fabio Di Giannantonio mengungkapkan bahwa insiden pada awal balapan menjadi faktor utama yang menggagalkan peluangnya meraih podium di MotoGP Mugello 2026. Pebalap VR46 Ducati tersebut bahkan merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing memperebutkan kemenangan sebelum kehilangan banyak posisi di lap pertama.
Balapan kandang yang berlangsung di Sirkuit Mugello awalnya berjalan menjanjikan bagi pebalap asal Italia itu. Namun situasi berubah hanya beberapa saat setelah lampu start padam.
Insiden di Tikungan Pertama Jadi Titik Balik
Di Giannantonio, yang akrab disapa Diggia, mengaku melakukan start yang baik dari posisi ketujuh. Berdasarkan data tim, reaksinya saat start juga berjalan sesuai harapan.
Meski demikian, saat memasuki area tanjakan menuju tikungan pertama, ia terjebak di antara dua pebalap yang hampir bertabrakan. Situasi tersebut memaksanya menutup gas untuk menghindari insiden yang lebih besar.
“Startnya sebenarnya bagus. Data juga menunjukkan start saya bagus. Namun kemudian di tanjakan saya berada di tengah-tengah Aldeguer dan seorang pebalap KTM,” ujar Di Giannantonio.
Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk mengurangi kecepatan sesaat membuatnya kehilangan banyak posisi secara instan.
“Di situlah kami kehilangan peluang untuk menang dan sebagian besar peluang untuk naik podium,” lanjutnya.
Akibat kejadian tersebut, Diggia terlempar hingga posisi ke-12 pada fase awal lomba.
Berjuang Keras Menembus Barisan Depan
Setelah kehilangan posisi, Di Giannantonio harus bekerja keras untuk kembali ke grup depan. Pebalap Italia itu perlahan memperbaiki posisinya dan berhasil menembus lima besar saat balapan berakhir.
Namun perjuangan tersebut tidak berjalan mudah. Selain harus menyalip banyak rival, ia juga mengalami kesulitan menjaga performa ban depan sepanjang balapan.
Menurut Diggia, kondisi tersebut membuatnya sulit menemukan ritme terbaik untuk melakukan serangan.
“Sepanjang balapan saya kesulitan menjaga ban depan tetap berada dalam kondisi yang nyaman. Menyalip pebalap lain dan menemukan tempat yang tepat untuk menyerang sama sekali tidak mudah,” katanya.