Selain itu, ia juga harus memperhatikan kondisi ban belakang agar tetap mampu memberikan performa maksimal hingga akhir lomba.

Duel Sengit Menghambat Upaya Mengejar Podium

Pada fase akhir balapan, Di Giannantonio terlibat pertarungan ketat dengan beberapa pebalap lain dalam perebutan posisi empat besar.

Duel tersebut melibatkan Marc Marquez, Pedro Acosta, dan Ai Ogura.

Meski pertarungan berlangsung menarik, Diggia mengakui bahwa duel tersebut justru membuat kelompok mereka kehilangan waktu berharga untuk mengejar pebalap di depan.

Ia merasa dirinya memiliki kecepatan yang sedikit lebih baik, tetapi kondisi udara panas dari motor-motor di depannya membuat usaha untuk mempertahankan ritme balap menjadi semakin sulit.

Yakin Bisa Bersaing untuk Podium

Pada akhirnya, Di Giannantonio harus puas finis di posisi kelima. Meski gagal naik podium, ia tetap melihat banyak sisi positif dari performanya di Mugello.

Pebalap VR46 Ducati itu bahkan percaya bahwa hasil yang lebih baik bisa diraih jika tidak mengalami gangguan pada awal balapan.

Menurutnya, tambahan satu atau dua lap lagi mungkin cukup untuk memberinya kesempatan mengejar para pebalap yang berada di depan dan merebut posisi podium.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Diggia menilai kecepatan balapnya di Mugello termasuk salah satu yang terbaik sepanjang akhir pekan.

Penutup

Fabio Di Giannantonio menilai kegagalan meraih podium di MotoGP Mugello 2026 berawal dari insiden pada lap pertama yang memaksanya kehilangan banyak posisi. Meski mampu bangkit dari posisi ke-12 hingga finis kelima, perjuangan menyalip rival serta masalah pengelolaan ban membuatnya kehabisan waktu untuk mengejar tiga besar. Bagi Diggia, peluang podium bahkan kemenangan sebenarnya terbuka, tetapi momen krusial di tikungan pertama mengubah jalannya balapan secara keseluruhan.

Referensi:

  • Crash.net — “Fabio di Giannantonio explains near-miss that cost him potential Mugello MotoGP win” by Robert Jones.