Home Market Surplus Dagang RI Melonjak! Tembus US$3,32 Miliar di Maret 2026, Tapi Ada Ancaman Baru
Market

Surplus Dagang RI Melonjak! Tembus US$3,32 Miliar di Maret 2026, Tapi Ada Ancaman Baru

Bagikan
Surplus dagang RI melonjak ke US$3,32 miliar di Maret 2026. Namun lonjakan impor minyak dan ekspor melemah jadi ancaman.
Ilustrasi Ekspor - Impor (Pexels - Tom Fisk)
Bagikan

Meski volume turun 4,1 persen, kenaikan harga berhasil menjaga nilai ekspor tetap positif.

Sektor pertambangan pun hanya mencatat kontraksi tipis sebesar 2,15 persen yoy, menjadi yang paling ringan sejak Oktober 2024.

Sementara itu, ekspor sektor pertanian justru tertekan dalam, turun hingga 44,14 persen yoy.

Lonjakan Impor Minyak Jadi Risiko

Di sisi impor, kenaikan harga minyak global mulai terasa. Impor minyak mentah melonjak drastis hingga 200,8 persen yoy. Sementara impor minyak olahan naik 35,3 persen yoy.

Secara keseluruhan, impor tumbuh 1,51 persen yoy menjadi US$19,21 miliar.

Untuk non-migas, impor barang konsumsi justru turun 10,81 persen yoy. Sebaliknya, impor bahan baku dan barang modal masih tumbuh masing-masing 2,15 persen dan 4,98 persen.

Prospek Surplus Mulai Tertekan

Ke depan, tekanan terhadap surplus perdagangan diperkirakan meningkat. Harga minyak yang tinggi berpotensi memperlebar defisit migas, terutama jika konflik global terus berlanjut.

Selain itu, permintaan global yang melemah juga bisa menekan ekspor. Hal ini tercermin dari turunnya indeks PMI manufaktur pada April 2026.

Meski begitu, ada faktor penahan. Kondisi pasokan yang lebih ketat bisa menekan impor bahan baku dan barang modal, sehingga membantu menjaga keseimbangan neraca non-migas.

Proyeksi Kuartal II Lebih Moderat

MacroInsight memperkirakan surplus perdagangan pada kuartal II 2026 akan lebih kecil, berada di kisaran US$3 hingga US$5 miliar.

Artinya, meski kinerja Maret terlihat kuat, tantangan ke depan tetap besar. Kombinasi antara harga energi tinggi dan permintaan global yang melemah akan menjadi faktor penentu arah perdagangan Indonesia selanjutnya. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Grab Singapura Cetak Pendapatan US$955 Juta di Kuartal I, Lampaui Ekspektasi Wall Street! 

Ekspansi dan Persaingan Ketat di Asia Tenggara Meski meraih hasil positif, Grab...

Market

CIMB Niaga Gandeng 27 Perguruan Tinggi, Dorong Pengembangan Talenta Muda

finnews.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan...

Laba CIMB Niaga Q1 2026 turun tipis jadi Rp1,77 triliun, meski margin tetap kuat di tengah tekanan pendapatan.
Market

Laba CIMB Niaga Q1 2026 Turun Tipis Jadi Rp1,77 Triliun, Margin Masih Tebal!

Untuk posisi kas, bank ini mengantongi Rp4,16 triliun. Di sisi lain, total...

IHSG naik ke 7.057 dengan transaksi Rp23,6 triliun. BRPT dan TPIA melonjak, meski asing masih catat net sell Rp518 miliar.
Market

IHSG Melejit ke 7.057! Saham BRPT Cs Terbang, Asing Masih Net Sell Rp518 Miliar

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan tetap mencermati arus dana asing dan...