Home Nasional Inflasi Turun ke 2,42 Persen, Tapi Ancaman Baru Mengintai! Biaya Transportasi & Minyak Goreng Mulai Naik
Nasional

Inflasi Turun ke 2,42 Persen, Tapi Ancaman Baru Mengintai! Biaya Transportasi & Minyak Goreng Mulai Naik

Bagikan
Inflasi April 2026 turun ke 2,42%, tapi tekanan baru muncul dari transportasi dan minyak goreng. Risiko kenaikan harga masih mengintai.
Ilustrasi Inflasi (Pexels - Markus Winkler)
Bagikan

finnews.id – Tekanan inflasi di Indonesia memang mulai mereda pada April 2026. Namun, di balik kabar baik tersebut, sinyal kenaikan harga justru mulai muncul dari sejumlah sektor penting. Kondisi ini membuat arah inflasi ke depan masih penuh tantangan.

Laporan MacroInsight mencatat inflasi tahunan turun ke level 2,42 persen year-on-year (yoy), lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 3,48 persen yoy. Penurunan ini didorong normalisasi harga pangan pasca Lebaran serta meredanya dampak tarif listrik.

Semua Komponen Inflasi Melandai

Perlambatan inflasi terjadi hampir di seluruh komponen. Inflasi inti turun ke 2,44 persen yoy dari sebelumnya 2,52 persen yoy. Salah satu faktor pendorongnya adalah penurunan harga emas perhiasan yang mencatat deflasi lebih dalam, yakni minus 3,8 persen secara bulanan.

Sementara itu, kelompok harga bergejolak (volatile food) juga ikut mereda menjadi 3,37 persen yoy dari sebelumnya 4,24 persen yoy. Harga pangan yang lebih stabil berperan besar dalam menahan laju inflasi.

Di sisi lain, harga yang diatur pemerintah (administered prices) turun signifikan ke 1,53 persen yoy dari 6,08 persen yoy pada bulan sebelumnya.

Tekanan Baru Mulai Muncul

Meski tren inflasi terlihat melandai, tekanan baru mulai terlihat. Kenaikan biaya transportasi menjadi salah satu pemicu utama yang patut diwaspadai.

Inflasi transportasi penumpang tercatat mencapai 6,46 persen yoy, tertinggi dalam hampir tiga tahun. Lonjakan ini dipicu kenaikan tarif pesawat sebesar 15,25 persen secara bulanan, seiring melonjaknya harga bahan bakar avtur hingga 82,3 persen yoy.

Selain itu, harga minyak goreng curah juga menunjukkan kenaikan. Secara tahunan, harga komoditas ini meningkat 8,6 persen, yang turut memberikan tekanan pada inflasi inti.

Tembakau Ikut Naik Perlahan

Komoditas tembakau juga menunjukkan tren kenaikan yang konsisten sejak mencapai titik terendah pada Januari 2026. Meski kenaikannya bertahap, pergerakan ini tetap berkontribusi terhadap tekanan inflasi.

Jika tren ini berlanjut, tembakau berpotensi menjadi salah satu faktor tambahan yang mendorong inflasi lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.

Risiko Inflasi Masih Mengarah Naik

Ke depan, risiko inflasi dinilai masih condong meningkat. Laporan PMI manufaktur terbaru menunjukkan harga bahan baku terus naik. Kenaikan ini diduga berasal dari lonjakan biaya solar industri, pupuk, serta kemasan.

Bagikan
Artikel Terkait
Nasional

Heboh Video Oknum Polisi Sumut Peluk Wanita di Klub Malam, Berdalih Selidiki Kasus Narkoba

finnews.id – Dua oknum polisi yang bertugas di Polda Sumatera Utara, AKBP...

Nasional

BMKG: Waspada Hujan Guyur Seluruh Jakarta Hari Ini, Selasa 5 Mei 2026

finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis laporan terbaru mengenai...

Nasional

Dari Mana Gaji 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih ? Ini Penjelasan Menteri Purbaya

finnews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, akhirnya memberikan penjelasan terkait pembiayaan...

Inflasi April 2026 tetap 2,42 persen. Purbaya sebut subsidi BBM jadi kunci jaga harga dan daya beli masyarakat.
Nasional

Inflasi April 2026 Terkendali di 2,42 Persen! Purbaya Beberkan Peran Krusial Subsidi BBM

finnews.id – Kabar terbaru dari kondisi ekonomi nasional menunjukkan sinyal positif. Menteri...