finnews.id – Kinerja PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026.
Perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun sepanjang kuartal pertama, meningkat sekitar 18,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan pemulihan dan pertumbuhan industri hiburan, khususnya sektor perfilman yang kembali bergairah.
“Capaian Kuartal I 2026 ini merefleksikan resiliensi kami di tengah dinamika bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis seraya menghadirkan inovasi layanan yang relevan dan bermakna,” ungkap Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman.
Hampir seluruh lini bisnis perusahaan berkontribusi terhadap kenaikan tersebut, dengan penjualan tiket sebagai penyumbang terbesar.
“Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa memberikan pengalaman menonton terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Kontribusi Utama dari Tiket dan Makanan
Pendapatan dari penjualan tiket film, masih menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi lebih dari 60 persen.
Nilainya mencapai sekitar Rp665 miliar, naik lebih dari 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, lini makanan dan minuman juga mencatat pertumbuhan yang solid, segmen ini menghasilkan sekitar Rp 357 miliar atau naik hampir 16 persen secara tahunan.
Sementara itu, pendapatan lain seperti iklan dan platform digital turut memberikan kontribusi tambahan terhadap total pendapatan perusahaan.
Film Lokal Jadi Penggerak Utama
Salah satu faktor penting di balik peningkatan kinerja ini adalah tingginya minat masyarakat terhadap film Indonesia.
Momentum libur Lebaran menjadi pendorong signifikan, di mana sejumlah film lokal berhasil menarik jutaan penonton.
“Kami menyambut baik tren positif industri perfilman lokal yang terus menguat. Kepercayaan penonton terhadap karya sineas Indonesia, adalah energi yang mendorong kami untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik,” jelasnya.