Home Nasional Data BPS 2026: Jumlah Pekerja Naik, Pengangguran Turun Tipis di Tengah Tekanan Ekonomi
Nasional

Data BPS 2026: Jumlah Pekerja Naik, Pengangguran Turun Tipis di Tengah Tekanan Ekonomi

Bagikan
Data BPS Februari 2026 menunjukkan jumlah pekerja naik dan pengangguran turun, meski tantangan pasar kerja masih besar.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti
Bagikan

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,68% pada Februari 2026. Angka ini turun 0,08 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan TPT ini menjadi indikator penting bahwa pasar tenaga kerja mulai membaik. TPT sendiri menggambarkan proporsi angkatan kerja yang belum terserap, termasuk mereka yang aktif mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan usaha.

Menariknya, penurunan tingkat pengangguran ini terjadi secara merata, baik pada laki-laki maupun perempuan, serta di wilayah perkotaan dan perdesaan. Artinya, perbaikan pasar kerja tidak hanya terpusat di satu kelompok atau wilayah tertentu.

Sektor Pertanian Masih Jadi Andalan Penyerapan Tenaga Kerja

Dari sisi sektoral, struktur ketenagakerjaan Indonesia masih didominasi oleh sektor tradisional. Pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar.

Jumlah pekerja di sektor ini mencapai 42,49 juta orang atau setara dengan 28,78% dari total pekerja nasional. Angka ini menunjukkan sektor agraris masih menjadi tulang punggung lapangan kerja di Indonesia.

Di sisi lain, jumlah pekerja formal tercatat sebanyak 59,93 juta orang atau 40,58% dari total pekerja. Namun, angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yang mengindikasikan adanya pergeseran struktur pekerjaan.

Pasar Kerja Membaik, Tapi Tantangan Belum Usai

Secara keseluruhan, data BPS Februari 2026 menunjukkan adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Jumlah pekerja meningkat, pengangguran menurun, dan distribusi perbaikan terjadi cukup merata.

Namun, tantangan tetap ada. Tingginya jumlah pekerja informal, penurunan pekerja formal, serta masih adanya jutaan pengangguran menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan pelaku ekonomi.

Kondisi ini menegaskan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja belum sepenuhnya solid. Dibutuhkan strategi yang lebih kuat untuk mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas, sekaligus meningkatkan partisipasi angkatan kerja secara berkelanjutan. – Nungki Kartika Sari

Bagikan
Artikel Terkait
Nasional

Gaji Cepat Habis? Simak Metode 50/30/20, Solusi Cerdas Atur Keuangan Agar Masa Depan Terjaga

2. Sisihkan 30 Persen untuk Keinginan dan Gaya Hidup (Wants) Berbeda dengan...

Nasional

Siap-siap! KPM Bakal Terima Pencairan PKH Mei 2026 Masuk ke Rekening KKS

Pemerintah menyalurkan bantuan ini secara selektif. Fokus utamanya adalah masyarakat yang terdata...

Nasional

Jakarta Tanpa Terik Matahari, BMKG Prediksi Langit Ibu Kota Mendung Seharian

“Kami mengimbau pengendara motor dan mobil untuk lebih berhati-hati. Pastikan kendaraan dalam...

Nasional

Perkuat Kerja Sama dengan Turki, Baznas Fokus Zakat untuk Kemanusiaan dan Pendidikan

finnews.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus memperluas kolaborasi internasional...