Artinya, pasar tidak lagi sekadar bereaksi terhadap perang, tetapi mulai menghitung ulang keseimbangan suplai global.
Goldman Sachs bahkan menaikkan proyeksi harga kuartal IV menjadi US$90 per barel untuk Brent dan US$83 untuk WTI. Revisi itu muncul karena produksi Timur Tengah dinilai berpotensi menurun di tengah konflik yang belum mereda.
Analis Goldman yang dipimpin Daan Struyven memperingatkan risiko ekonomi kini lebih besar dari perkiraan dasar, terutama karena kombinasi kenaikan harga minyak, tingginya harga produk olahan, dan ancaman kelangkaan pasokan.
Inflasi Global Terancam Bangkit, Suku Bunga Bisa Bergerak
Kenaikan minyak biasanya cepat merembet ke inflasi. Kekhawatiran itu kini kembali mencuat. Pelaku pasar menilai tekanan harga energi dapat mempersulit langkah bank sentral yang sedang menimbang arah suku bunga.
European Central Bank dijadwalkan menggelar rapat kebijakan pekan ini. Fokus pasar tertuju pada kemungkinan respons ECB jika harga energi tetap tinggi.
Jika inflasi kembali panas, ruang pemangkasan suku bunga bisa mengecil. Bahkan, risiko pengetatan kebijakan kembali terbuka.
Inilah yang membuat reli minyak tidak lagi hanya isu komoditas, tetapi sudah berubah menjadi isu makroekonomi global.
Pasar Cemas, Produk Energi Ikut Meroket
Lonjakan tidak hanya terjadi pada minyak mentah. Kontrak bensin di pasar Amerika ditutup di level tertinggi sejak Juli 2022 untuk hari keempat berturut-turut.
Margin keuntungan kilang juga naik ke posisi tertinggi sejak periode yang sama. Ini menandakan tekanan bukan hanya di hulu, tetapi sudah merambat ke rantai energi yang lebih luas.
Pasar kini mengantisipasi apakah gangguan di Selat Hormuz akan berlangsung lebih lama. Jika jalur itu tetap tersendat, risiko shock energi dinilai makin nyata.
Geopolitik Belum Reda, Risiko Harga Minyak Masih Membara
Di luar Iran, ketegangan kawasan juga belum surut. Gencatan senjata Israel-Lebanon dinilai rapuh, sementara operasi militer masih berlangsung. Rusia pun memberi dukungan politik kepada Iran, menambah dimensi baru dalam konflik.
- analisis harga minyak dan inflasi global
- Brent crude
- dampak gangguan selat hormuz terhadap pasar energi
- energi dunia
- harga minyak dunia
- harga minyak dunia naik akibat konflik iran
- Headline
- Inflasi Global
- Konflik AS Iran
- minyak melonjak
- pasar komodi
- pengaruh perang iran terhadap pasokan minyak dunia
- penyebab minyak brent melonjak april 2026
- prospek wti dan brent setelah konflik timur tengah
- Selat Hormuz
- suku bunga ecb
- tas
- WTI