Bagi investor, kombinasi perang, pasokan ketat, dan ancaman inflasi menjadi trio risiko yang sulit diabaikan.
Pasar sekarang tidak hanya memantau harga Brent di atas US$108 per barel, tetapi juga mengawasi apakah reli ini menjadi awal lonjakan energi yang lebih besar.
Jika gangguan pasokan berlanjut, tekanan terhadap ekonomi global bisa makin berat. Namun bagi pasar komoditas, satu hal terlihat jelas: minyak kembali menjadi pusat perhatian.
Ringkasan Bursa Energi Hari Ini
Brent naik 2,8 persen ke US$108,23 per barel, WTI menguat 2,1 persen ke US$96,37 per barel, pasokan Selat Hormuz terganggu, ekspor Iran tersendat, dan pasar global mulai menghitung ulang risiko inflasi serta arah suku bunga. (*)
- analisis harga minyak dan inflasi global
- Brent crude
- dampak gangguan selat hormuz terhadap pasar energi
- energi dunia
- harga minyak dunia
- harga minyak dunia naik akibat konflik iran
- Headline
- Inflasi Global
- Konflik AS Iran
- minyak melonjak
- pasar komodi
- pengaruh perang iran terhadap pasokan minyak dunia
- penyebab minyak brent melonjak april 2026
- prospek wti dan brent setelah konflik timur tengah
- Selat Hormuz
- suku bunga ecb
- tas
- WTI