1) Kota hidup,
2) Arus barang lancar, dan
3) Manusia makin terdidik.
Bayangkan pengambil keputusan saat itu. Tanpa data canggih. Tanpa konsultan mahal.
Tapi tahu persis di mana air harus dialirkan. Mereka seperti menanam masa depan, bukan sekadar menggali tanah.
1) Air dijadikan “guru”.
2) Kanal jadi “kampus” panjang tanpa dinding.
Dari sana lahir sistem yang menghargai kemampuan, bukan kedekatan.
Bandingkan dengan kita hari ini. Kadang sibuk membangun, tapi lupa arah.
1) Sungai dipersempit.
2) Air disalahkan saat banjir.
3) Kita seperti lupa: air hanya mengikuti logika alam.
4) Bukan logika proyek.
Akhirnya, pohon memang ada.
1) Tapi pohonnya jarang.
2) Itupun tidak tinggi.
3) Tidak ada hutan.
4) Karena airnya tidak lagi dipimpin oleh pikiran panjang.
5) Hanya lewat sebentar.
6) Tidak sempat menumbuhkan apa-apa.
MULYADI PEGE
Canalnya sekarang sudah tidak sepenting 1000 THN lalu, bahkan mungkin sudah dilupakan, mungkin sudah menyempit, dan mungkin sudah mendangkal.
Menyempit dan mendangkal, Yang Abah maksud pasti kali kali alam yg ada di sekitaran Bekasi. Sebab kalau great canal pasti terawat dengan baik.
Bocah Bekasi yg berusia 15 THN kebawah, sebagian besar sudah tidak kenal pohon padi, padahal itu makanan pokoknya. Ya itu karena sawahnya sudah berubah menjadi pemukiman. Bahkan kalo di daerah saya Pondokgede sudah 100%.
Ketika MI THN 1980an, setiap hari kami mancing belut, ikan betok, gabus, dan cere disawah dan berenang disungai,karena airnya jernih, kalinya besar, dan airnya deras. Tapi hari ini kali itu bisa kami sebrangi dengan satu lompatan kecil, airnya hitam, arusnya pelan.
Fauzan Samsuri
Air menyehatkan pohon, pohon kayu menghasilkan kekayaan, demikian pepatah Tiongkok yang kita terima dari Abah DI hari ini. Kalau boleh menafsirkan pepatah ini adalah kalimat yang berangkaian, antara air dan pohon. Kita tidak bisa memilih pohon saja tanpa memilih air, sayang kebanyakan dari kita lebih memilih pohon, kita lupa airlah yang menyehatkan pohon. Jadi kalau teman Abah menulis “kami adalah air kanal Huai An, anda adalah pohon yang menjulang tinggi” saya kira itu bukan hanya merendah dan memuji, tapi karena mereka juga mengerti bahwa airlah yang bisa membuat pohon menjulang tinggi.
Fra Wijaya