kalau pujian pak DI kan langsung… memang, kurang indah dari segi seni berbicara, tetapi tetap lebih keren daripada pujian perusuh pada umumnya…
Sugi
Pepatah yang puitis. Huai An sebagai sumber air sungai, Indonesia sebagai tempat tumbuh pohon yang tinggi. Artinya kita dan mereka sangat dekat Bah. Seperti pohon yang hanya dapat tumbuh tinggi di sepanjang daerah aliran. Kalo mereka sukses, kita pasti juga akan menyusul sukses. aamiin.
MULYADI PEGE
Yang tumbuh tinggi Krn meritokrasi, jangan harap lestari, tunggulah saatnya, sebentar lagi akan ditebang, sedang yg tumbuh tinggi karena nepotisme, akan tetap dijaga agar lestari..
Oh negriku
Dicintaku
Juve Zhang
Mu Sheng Cai….Cai ShengTham Guan alias zkoruptor….nilai 9,5 buat teman Bos CHDI….beliau tahu persis pembalakan Hutan membuat kaya raya para Taipan dari zaman Majapahit sampai hari ini….pemahaman nya sangat mendalam kondisi disini….
alasroban
Nakhodanya turun dari kapal, berjalan kaki ke gedung pengelola pelabuhan: membereskan segala macam administrasi dan pembayaran.
Bayangan saya langsung travelling ke 5 abad silam.
Kapal-kapal dagang Jung Jawa bersandar di pelabuhan Demak Bintoro. Nakhodanya turun dari kapal. Berjalan ke kantor syahbandar. Menyelesaikan urusan administrasi. Semestinya kantornya berada di sekitar pasar Bintoro. Selesai urusan administrasi lanjut ke urusan perut. Mampir ke warung soto Kudus di pojokan pasar. Administrasi selesai, urusan perut selesai lanjut jalan kaki ke masjid Agung Demak untuk menjalankan kewajiban dari sang Maha Agung.
Mundur lagi 3 abad di pelabuhan Ujung Galuh. Kapal-kapal dagang Jung Jawa bersandar. Nakhoda turun dari kapal. Berjalan kaki menuru kantor syahbandar.
Konon lokasi pelabuhan Ujung Galuh ada di sekitar Mojokerto.
Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
KETIKA SUNGAI
LEBIH PINTAR DARI KITA..
Seribu tahun lalu, orang-orang di Huai An tidak sekadar melihat air.
Mereka membaca masa depan di permukaannya.
Grand Canal bukan sekadar kanal. Itu keputusan peradaban. Sunyi. Tidak ribut. Tapi hasilnya terasa berabad-abad: