Alat angkut itu disebut arco tanpa sengaja. Nama itu awalnya nama merek lalu menjadi nama umum –lebih simpel dari pada menyebutkannya dengan ”gerobak satu roda”.
Padahal arco itu awalnya merek gerobak: Artco. Produksi Medan. Tahun 1970-an. Saat mulainya banyak pembangunan di awal masa Orde Baru.
Begitu besarnya penguasaan pasar Artco akhirnya para tukang dan kontraktor menyebutnya arco.
Padahal yang beredar luas sekarang tidak hanya merek arco. Sudah tak terhitung banyaknya merek non Artco.
Melihat arco kayu di museum Huai An saya diam-diam mengagumi teknologinya. Teknologi tepat guna yang boleh dibilang abadi. Jarang teknologi yang masih tetap dipakai selama lebih 1.000 tahun.
Lihatlah arco di museum Huai An itu. Bandingkan dengan arco yang dipakai sekarang. Praktis tidak ada perubahan.
Rupanya sejak 1.000 tahun lalu pun teknologi satu roda ini dianggap sudah sempurna. Di zaman digital dan robot pun penjualan arco tetap tinggi: praktis, murah, awet, tanpa listrik, hemat tenaga manusia.
Jarang ada teknologi terapan yang tetap relevan dalam ribuan tahun. Sendok dan sumpit bisa Anda sebut salah satunya. Sejak zaman dulu bentuk sendok relatif tidak berubah. Pun sumpit.
Pisau rasanya juga sama. Bentuk dan kegunaam pisau tidak banyak berubah. Hanya alat pertanian garpu yang rasanya sudah hilang. Saya tidak pernah lagi melihat petani menggunakan garpu.
Di Huai An saya tidak mendapat kepastian siapa penemu arco. Di sana umumnya orang mengetahui penemunya adalah Zhuge Liang –meski belum pasti.
Zhuge Liang hidup di tahun 181, meninggal di usia 54 tahun. Zaman dulu banyak tokoh penting meninggal di usia muda: belum ditemukan obat infeksi dan kuman.
Meski umurnya pendek, jasa Zhuge Liang panjang. Ia ahli strategi. Genius. Bijaksana. Akhirnya jadi perdana menteri di zaman Tiga Negara.
Zhuge Liang sudah dianggap setengah dewa. Patungnya dibuat untuk disembah di kelenteng: dewa kebijaksanaan. Ada pula yang menyejajarkan nama Zhuge Liang dengan Sun Tzu.
Teknologi arco kayu itu kemudian sampai Eropa. Di sana diubah menjadi berbahan baja. Roda satu yang diletakkan di depan itu ternyata sudah memenuhi prinsip fisika yang sangat sempurna: memindahkan pembebanan maksimal di titik ban itu.