Anindya berkaca pada pengalaman sejarah Indonesia saat menghadapi krisis besar. “Apa pun sekalian, saya merasa bahwa justru karena krisis yang ada, kita akan lebih baik. Karena setiap krisis kita memiliki kesempatan bantuan,” ucapnya. Ia mengingatkan kembali masa-masa krisis 1998 dan 2008, di mana Indonesia berhasil bangkit dan menjadi lebih kuat meskipun guncangan awalnya berasal dari luar negeri.
Waspadai Lonjakan Harga Minyak Goreng dan Beras
Konflik Timur Tengah ini memang membawa dampak ganda. Selain nafta yang mencekik industri kemasan, fluktuasi harga minyak dunia juga terus membayangi. Jika distribusi terganggu, jalur logistik bahan baku seperti plastik, beras, dan minyak goreng akan semakin mahal. Konsumen akhir, yaitu kita semua, yang harus menanggung beban kenaikan harga ini di tingkat ritel.
Situasi ini menuntut pemerintah untuk lebih responsif dalam menjaga stabilitas harga di pasar domestik. Tanpa intervensi yang tepat, inflasi dari sektor non-pangan (kemasan) bisa saja meledak dan memicu kenaikan harga pangan secara kolektif. Tetap pantau terus perkembangan ekonomi global karena apa yang terjadi di Timur Tengah hari ini, bisa menentukan harga belanjaan kamu besok pagi! – Bianca Khairunnisa/Disway –