finnews.id – Pemerintah mengirim sinyal tegas kepada produsen minyak goreng. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tak akan tinggal diam jika harga Minyakita dijual melebihi batas yang telah ditetapkan.
Ia bahkan mengancam akan mencabut izin usaha produsen yang terbukti memainkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
“Kalau ada yang coba-coba naikkan harga seenaknya, itu cari masalah. Saya akan turun langsung,” tegas Amran usai rapat di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.
Siapkan Sanksi Tegas
Amran memastikan pemerintah akan menggandeng Satgas pengawasan pangan untuk menindak tegas pelaku usaha yang melanggar aturan distribusi dan harga minyak goreng.
Ia menekankan, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat akan minyak goreng yang stabil dan terjangkau.
“Kalau melanggar regulasi, pasti kami tindak. Tidak ada kompromi,” ujarnya.
Bukan Karena Program B50
Mentan juga meluruskan isu yang beredar terkait kenaikan harga minyak goreng. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dengan program biodiesel B50.
Menurutnya, pasokan bahan baku justru melimpah. Indonesia memproduksi crude palm oil (CPO) dalam jumlah besar setiap tahunnya, bahkan melebihi kebutuhan dalam negeri.
Produksi CPO Surplus, Harga Harusnya Stabil
Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia menunjukkan produksi CPO nasional mencapai lebih dari 50 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar diekspor, sementara sisanya mencukupi kebutuhan domestik, termasuk minyak goreng.
Menariknya, kenaikan harga CPO justru mendorong petani meningkatkan perawatan kebun, sehingga produksi bertambah signifikan.
Dengan kondisi surplus tersebut, Amran menilai kenaikan harga minyak goreng di pasar merupakan anomali yang patut dicurigai.
Indikasi Permainan di Distribusi
Menurut Amran, lonjakan harga di tengah pasokan melimpah mengindikasikan adanya permainan di rantai distribusi.
Pemerintah pun berjanji akan menelusuri sumber masalah ini hingga tuntas.
“Kalau barang banyak tapi harga naik, berarti ada yang tidak beres. Ini yang sedang kami dalami,” ungkapnya.
B50 Justru Untungkan Indonesia
Lebih lanjut, Amran menegaskan program biodiesel B50 justru memberikan manfaat besar bagi negara, salah satunya mengurangi impor solar hingga jutaan ton per tahun.
Selain itu, kebutuhan bahan baku untuk program tersebut diambil dari alokasi ekspor, bukan dari kebutuhan minyak goreng dalam negeri.
Komitmen Jaga Harga untuk Rakyat
Pemerintah memastikan akan terus menjaga stabilitas harga minyak goreng, khususnya Minyakita, agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Langkah tegas terhadap produsen nakal menjadi bagian dari upaya melindungi konsumen sekaligus menjaga keseimbangan pasar.
Dengan stok CPO yang melimpah dan produksi yang terus meningkat, seharusnya harga minyak goreng tetap stabil. Pemerintah kini fokus membenahi distribusi dan menindak tegas pihak yang mencoba mengambil keuntungan tidak wajar.