finnews.id – Gangguan serius terjadi pada jalur kereta api yang menghubungkan wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan Cianjur setelah diterjang longsor.
Insiden longsor dilaporkan terjadi di titik kilometer 74+9/0 pada jalur antara Cibeber dan Lampegan, menyebabkan operasional perjalanan di lintasan tersebut terganggu.
Saat petugas melakukan pemeriksaan rutin, ditemukan kondisi struktur rel mengalami perubahan akibat tanah yang bergeser, sehingga dinilai membahayakan perjalanan.
Akibat kerusakan tersebut, sejumlah perjalanan kereta tidak dapat dijalankan.
Salah satu yang terdampak adalah kereta api Siliwangi dengan rute Sukabumi – Cianjur – Cipatat, yang terpaksa dibatalkan demi menjaga keselamatan penumpang.
Tidak hanya itu, perjalanan kereta yang sebelumnya dijadwalkan berangkat dari Cianjur juga sempat tertahan karena jalur belum memungkinkan untuk dilalui.
Keputusan penghentian sementara operasional diambil,.sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kecelakaan.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Daop 2 Bandung memastikan, bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian ini.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, dinyatakan bahwa jalur tersebut untuk sementara waktu tidak aman dilalui oleh perjalanan kereta api,” ujar Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada penumpang, KAI memberikan opsi pengembalian dana tiket secara penuh bagi pengguna yang terdampak pembatalan perjalanan.
“Kami memahami bahwa pembatalan perjalanan ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna jasa,” jelasnya.
Proses refund dapat dilakukan melalui aplikasi resmi maupun langsung di stasiun dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Sementara itu, upaya perbaikan terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
“KAI Daop 2 Bandung saat ini terus melakukan upaya percepatan perbaikan jalur agar perjalanan kereta api dapat segera kembali normal. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku,” ucapnya.
Perusahaan menargetkan jalur dapat segera kembali normal agar layanan transportasi kereta api di wilayah tersebut bisa beroperasi seperti biasa.