finnews.id – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk mengisi posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Tidak tanggung-tanggung, negara menyiapkan kuota sebanyak 30.000 posisi untuk ditempatkan di berbagai wilayah pelosok tanah air.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional mulai dari tingkat desa. Program Kopdes Merah Putih menyasar generasi muda potensial untuk terjun langsung mengelola sumber daya ekonomi lokal. Lowongan ini terbuka lebar bagi lulusan minimal Diploma IV (D4) hingga Sarjana (S1) dari semua jurusan dengan batas usia maksimal 35 tahun.
Jadwal dan Tautan Resmi Pendaftaran
Bagi Anda yang tertarik mengikuti seleksi ini, pendaftaran resmi telah dibuka mulai 15 April hingga 24 April 2026. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran berlangsung secara daring (online) untuk memastikan aksesibilitas bagi pelamar dari seluruh penjuru Indonesia.
Calon pelamar dapat mengakses situs resmi https://phtc.panselnas.go.id/ untuk memulai proses lamaran. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat akun personal dengan mengisi data diri valid, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga (KK), nomor ponsel aktif, hingga alamat email. Satu hal yang perlu diperhatikan, pelamar wajib mengaktifkan kamera perangkat saat melakukan proses pendaftaran untuk keperluan verifikasi identitas.
Komitmen Transparansi dan Seleksi Tanpa Biaya
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan jaminan bahwa proses seleksi ini mengedepankan prinsip keadilan. Ia menegaskan tidak ada pungutan biaya apa pun dalam setiap tahapan rekrutmen.
“Proses seleksi kami lakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel tanpa pungutan biaya,” ujar Zulkifli saat menggelar jumpa pers di Jakarta, Rabu (15/4).
Zulkifli menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pembentukan 30.000 Kopdes Merah Putih rampung pada medio Juni hingga Juli 2026. Oleh karena itu, posisi manajer menjadi sangat krusial karena mereka akan bertindak sebagai mesin penggerak utama aktivitas ekonomi di tingkat desa, kelurahan, hingga kampung nelayan.