Home Ekonomi Minyak Dunia Membara! Selat Hormuz Masih ‘Tersumbat’, Harapan Damai AS-Iran Jadi Taruhan
Ekonomi

Minyak Dunia Membara! Selat Hormuz Masih ‘Tersumbat’, Harapan Damai AS-Iran Jadi Taruhan

Bagikan
Harga minyak stabil di USD94/barel karena gangguan Selat Hormuz tutupi sinyal damai AS-Iran
Ilustrasi - Harga minyak stabil di USD94/barel karena gangguan Selat Hormuz tutupi sinyal damai AS-Iran. - Dok Kementerian ESDM -
Bagikan

finnews.id – Pasar energi global sedang berada di ujung tanduk! Jika Anda merasa harga BBM atau biaya logistik mulai tidak menentu, fenomena di Timur Tengah inilah biang keroknya. Meskipun Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal bahwa konflik dengan Iran bisa segera berakhir, kenyataan di lapangan justru berkata lain. Harga minyak dunia kini terjebak dalam zona stabil yang sangat rapuh, karena ancaman gangguan pasokan di Selat Hormuz masih menghantui distribusi energi global. Jangan sampai Anda lengah, karena gejolak ini bisa memicu ledakan inflasi kapan saja!

Stabilitas Semu: Brent dan WTI Bertahan di Level Tinggi

Pada penutupan perdagangan terbaru, minyak mentah berjangka Brent, yang menjadi patokan internasional, hanya naik tipis 0,1% ke posisi USD94,93 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat hampir tidak bergerak di angka USD91,29 per barel. Angka-angka ini menunjukkan betapa pasar sangat berhati-hati dalam merespons setiap desas-desus politik.

Kondisi pasar saat ini merupakan hasil tarik-menarik antara harapan diplomatik dan ketakutan akan kelangkaan stok. Di satu sisi, ada kabar bahwa Iran mempertimbangkan untuk membuka jalur kapal di sisi Oman tanpa risiko serangan. Namun, syaratnya berat: harus ada kesepakatan permanen untuk mencegah perang pecah kembali. Tanpa kepastian hitam di atas putih, para pelaku pasar tetap memasang mode waspada tinggi.

Selat Hormuz: Urat Nadi Energi Dunia yang Masih Tercekik

Kita harus mengakui bahwa Selat Hormuz adalah kunci segalanya. Jalur vital ini mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Namun, sudah 45 hari sejak Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan jalur ini, lalu lintas kapal masih jauh dari kata normal. Sebelum konflik, ada lebih dari 130 pelayaran per hari, kini volumenya merosot tajam.

Dampaknya sangat mengerikan bagi neraca energi global. Analis Kpler, Johannes Rauball, mencatat bahwa dunia telah kehilangan pasokan minyak mentah dan kondensat dari Timur Tengah sebanyak 496 juta barel hingga saat ini. Amerika Serikat pun membalas dengan blokade total terhadap pelabuhan Iran. Meskipun mulai terlihat peningkatan kecil jumlah kapal tanker yang melintas, pemulihan arus distribusi ini berlangsung tidak merata dan penuh risiko.

Ancaman Inflasi dan Skenario Ekonomi Global 2026

Sobat investor, Anda perlu memperhatikan risiko sistemik yang mengintai. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sudah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memperpanjang pengecualian sanksi bagi pembeli minyak Iran dan Rusia. Kebijakan ini otomatis akan memperketat pasokan di pasar internasional.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Rupiah menjadi mata uang paling lemah karena adanya tekanan ganda yang datang dari kenaikan harga minyak serta kondisi domestik
Ekonomi

Rupiah Lemas Hari ini, Obligasi Ikut Gerah

Finnews.id – EKONOMI  Rupiah kembali jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...