finnews.id – Amerika Serikat (AS) mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan maritim Iran, meskipun sinyal positif untuk melanjutkan negosiasi damai mulai terlihat.
Kebijakan ini menandai eskalasi tekanan ekonomi sekaligus membuka peluang diplomasi baru antara kedua negara.
Pada Rabu, 15 April 2026, militer AS menyatakan telah sepenuhnya menghentikan arus perdagangan masuk dan keluar Iran melalui jalur laut. Langkah ini langsung berdampak besar karena sektor maritim menopang sekitar 90 persen ekonomi Iran.
Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS, menegaskan efektivitas operasi tersebut.
“Dalam waktu kurang dari 36 jam sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut,” kata Cooper dalam sebuah unggahan di X.
Trump Buka Peluang Negosiasi Baru
Di tengah tekanan militer, Presiden Donald Trump justru menunjukkan optimisme terhadap jalur diplomasi. Ia menyebut pembicaraan antara pejabat AS dan Iran berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.
“Saya pikir Anda akan menyaksikan dua hari yang luar biasa ke depan,” kata Trump kepada reporter ABC News Jonathan Karl.
Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan damai tetap menjadi opsi terbaik.
“Ini bisa berakhir dengan cara apa pun, tetapi saya pikir kesepakatan lebih baik karena kemudian mereka dapat membangun kembali,” ujar Trump. “Mereka benar-benar memiliki rezim yang berbeda sekarang. Apa pun yang terjadi, kita telah menyingkirkan kaum radikal.”
Rencana lanjutan negosiasi disebut-sebut akan berlangsung di Pakistan dalam beberapa hari ke depan. Namun, sumber senior dari Iran menyatakan belum ada jadwal pasti yang disepakati.
Peran Pakistan dan Dinamika Diplomasi
Trump mengapresiasi peran Pakistan dalam memfasilitasi dialog. Ia menyebut kontribusi kepala angkatan darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, sebagai faktor penting dalam menjaga komunikasi kedua pihak.
Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance yang memimpin pembicaraan sebelumnya mengakui masih adanya ketidakpercayaan antara AS dan Iran.
“Anda tidak akan menyelesaikan masalah itu dalam semalam,” katanya dalam sebuah acara di Georgia.