Home Megapolitan Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Memburuk, Peringkat Kedua Terparah di Indonesia
Megapolitan

Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Memburuk, Peringkat Kedua Terparah di Indonesia

Bagikan
Foto Kota Jakarta (Dokumen Istimewa)
Bagikan

finnews.id – Kualitas udara di Jakarta pada Senin 13 April 2026 pagi, tercatat berada dalam kondisi tidak sehat dan menempati posisi kedua terburuk di Indonesia.

Kondisi ini mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara dari IQAir pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 153.

Angka ini menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2,5 sebesar 58 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Partikel PM2,5 sendiri merupakan zat polutan berukuran sangat kecil yang berasal dari debu, asap, hingga sisa pembakaran.

Karena ukurannya yang halus, partikel ini mudah masuk ke saluran pernapasan dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius, terutama bagi penderita penyakit jantung dan paru-paru.

Dalam kondisi seperti ini, masyarakat disarankan untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Selain itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi, jendela rumah ditutup untuk mencegah masuknya polusi, serta penggunaan alat penyaring udara guna menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap bersih.

Secara nasional, wilayah dengan kualitas udara terburuk pada pagi hari tersebut adalah Serpong dengan indeks 155.

Jakarta berada di posisi kedua, diikuti Bekasi, Tangerang Selatan, dan Tangerang yang juga mencatat tingkat polusi cukup tinggi.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipasi, terutama menjelang musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.

Beberapa upaya yang dilakukan antara lain, peningkatan sistem pemantauan kualitas udara serta pengawasan emisi kendaraan bermotor.

Selain itu, pemerintah juga terus mengevaluasi strategi pengendalian pencemaran udara, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti tren peningkatan PM2,5, kontribusi emisi dari berbagai sektor, serta dampaknya terhadap kesehatan secara luas.

Bagikan
Written by
Tuahta Aldo

Saya merupakan jurnalis fin.co.id yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Selain aktif sebagai penulis berita, saya juga aktif menjalani hobi Fotografi dan travelling.

Artikel Terkait
Megapolitan

Upaya Kurangi Risiko Kecelakaan di Perlintasan Kereta, DKI Akan Bangun 2 Flyover Baru 

finnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan dua jalan layang baru...

Megapolitan

Pramono Gelar Town Hall PPSU, Dorong Kinerja Lebih Profesional dan Transparan

finnews.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar forum town hall meeting...

Megapolitan

Pemprov DKI Jakarta Siapkan Rapat Khusus Atasi Ledakan Ikan Sapu-Sapu

finnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar rapat khusus dalam waktu...

Megapolitan

Warga Diminta Setop Kasih Uang ke Jukir Liar di Blok M!

finnews.id – Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Unit Pengelola (UP) Perparkiran mengimbau...