finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari jalur nadi minyak dunia, Selat Hormuz! Kamu pasti tahu kalau ketegangan di kawasan Teluk Persia sedang berada di titik didih. Nah, kabar terbaru menyebutkan bahwa kapal tanker milik Pertamina ternyata masih tertahan dan belum bisa melenggang bebas. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, akhirnya buka suara soal nasib aset strategis nasional kita yang terjebak di tengah pusara konflik tersebut.
Boroujerdi menegaskan bahwa urusan meloloskan kapal di wilayah tersebut bukan perkara gampang. Mengingat situasi militer yang sangat dinamis, setiap kapal yang terdampak wajib mengikuti protokol keamanan yang super ketat. Isu ini tentu saja bikin ketar-ketir para pelaku industri energi karena menyangkut kepastian pasokan bahan bakar di tanah air. Kalau kamu memantau harga energi, informasi ini wajib masuk radar kamu!
Wajib Negosiasi Militer: Protokol Ketat di Selat Hormuz
Berbicara usai acara di Jakarta pada Sabtu (11/4/2026), Dubes Boroujerdi menjelaskan bahwa Selat Hormuz saat ini sedang tidak dalam kondisi “biasa-biasa saja”. Negara-negara yang kapalnya terjepit di sana harus melalui tahap negosiasi langsung dengan otoritas keamanan Republik Islam Iran. Tidak ada pengecualian bagi siapapun yang ingin melintasi jalur laut paling krusial di dunia itu.
“Pada masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak keamanan,” tegas Boroujerdi. Hal ini menunjukkan bahwa urusan diplomasi saja tidak cukup; teknis keamanan militer menjadi kunci utama apakah sebuah kapal tanker bisa melanjutkan perjalanannya atau tetap terombang-ambing di zona berbahaya.
Ancaman Ranjau Laut: Kenapa Selat Hormuz Belum Dibuka Total?
Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa sih kapal-kapal itu tidak segera keluar saja? Ternyata, ancamannya sangat nyata dan mematikan: ranjau laut. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya sudah menetapkan rute maritim alternatif sejak Kamis (9/4/2026), tapi risiko ledakan bawah air masih sangat tinggi.