finnews.id – Kabar yang seluruh dunia tunggu-tunggu akhirnya mencapai puncaknya! Perjalanan epik manusia menuju sisi jauh Bulan berakhir. Awak pesawat ruang angkasa Orion dari misi ambisius Artemis II kini telah melakukan manuver paling berbahaya sepanjang sejarah penjelajahan antariksa modern. Jika kamu mengira meluncur ke luar angkasa itu sulit, tunggu sampai kamu mendengar betapa ngerinya proses kembali ke Bumi.
Isu mengenai pendaratan ini menjadi sorotan global karena menandai keberhasilan pertama manusia mengorbit sisi jauh Bulan dalam lebih dari setengah abad. Empat astronot pemberani, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, berhasil menahan napas di dalam kabin Orion yang melaju kencang menuju rumah mereka, planet Bumi.
Kecepatan Gila 38.400 Km/Jam: Orion Siap Tembus Atmosfer
Detik-detik Kapsul Orion mendarat di Bumi akan menjadi tontonan yang memacu adrenalin. Bayangkan saja, wahana antariksa ini menghantam atmosfer Bumi dengan kecepatan yang sulit dinalar akal sehat, yakni sekitar 38.400 km/jam! Kecepatan gila ini puluhan kali lebih cepat daripada jet tempur tercanggih mana pun yang pernah manusia buat.
Bukan tanpa alasan proses ini bikin para ilmuwan NASA berdebar. Gesekan udara yang sangat kuat dengan kecepatan setinggi itu mengubah energi kinetik menjadi panas yang luar biasa. Jika sistem pengereman alami lewat atmosfer ini tidak berjalan sempurna, taruhannya adalah nyawa para pahlawan angkasa kita. Masyarakat dunia pun memantau jadwal pendaratan yang jatuh pada 11 April 2026 pukul 11.00 WIB di perairan Samudra Pasifik, dekat San Diego.
Panas Ekstrem 2.700°C: Ujian Nyata Perisai Panas Generasi Terbaru
Tantangan utama yang dihadapi kru saat ini bukan hanya soal kecepatan, tapi juga suhu yang membakar. Saat memasuki atmosfer, bagian luar Kapsul Orion mengalami panas ekstrem hingga mencapai 2.700°C. Suhu ini cukup untuk melelehkan baja dalam sekejap! Di sinilah peran krusial perisai panas Orion yang telah mendapatkan peningkatan signifikan dari evaluasi misi-misi sebelumnya.