Respons Presiden Taiwan

Sementara itu, Presiden Taiwan Lai Ching-te memberikan respons tegas atas meningkatnya tekanan militer Tiongkok. Melalui unggahan di Facebook, ia menyoroti ancaman yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Lai mengatakan dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Jumat bahwa “ancaman militer Tiongkok di dalam dan sekitar Selat Taiwan dan kepulauan tersebut telah sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional”.

Latar Belakang Ketegangan China–Taiwan

Hubungan lintas Selat Taiwan semakin memburuk sejak terpilihnya Lai Ching-te sebagai presiden Taiwan, yang oleh Beijing dianggap sebagai tokoh separatis. China tetap menegaskan klaimnya atas Taiwan dan tidak menutup opsi militer untuk menyatukan wilayah tersebut.

Sementara itu, kunjungan pemimpin KMT ke Tiongkok sebelumnya terakhir terjadi pada 2016 oleh Hung Hsiu-chu. Hal ini menandai betapa sensitifnya hubungan politik kedua pihak dalam satu dekade terakhir.