Home News Misteri Pengadaan 21.801 Motor Listrik BGN yang Anggarannya Ditolak Menkeu
News

Misteri Pengadaan 21.801 Motor Listrik BGN yang Anggarannya Ditolak Menkeu

Bagikan
Bagikan

finnews –Isu pengadaan puluhan ribu motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perbincangan hangat di tengah publik.

Program yang diklaim untuk mendukung operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) itu menuai sorotan karena besarnya anggaran, spesifikasi kendaraan, hingga urgensi pengadaan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik merupakan bagian dari rencana anggaran tahun 2025.

Kendaraan tersebut akan digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung distribusi dan operasional program MBG di berbagai daerah.

“Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan

Ia menegaskan bahwa jumlah unit yang direalisasikan mencapai 21.801 unit dari total 25.000 unit yang direncanakan. Angka ini berbeda dari informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan hingga 70.000 unit.

“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” sebut Dadan.

Dijelaskannya, proses pengadaannya dilakukan bertahap sejak Desember 2025.

Namun demikian, hingga kini ribuan motor tersebut belum digunakan karena masih menunggu penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN).

“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” tambahnya.

Harga dan Spesifikasi Motor Listrik BGN

Polemik semakin menguat setelah beredarnya video yang menampilkan deretan motor listrik berwarna biru dengan logo BGN.

Kendaraan tersebut diduga Emmo JVX GT b yang memiliki spesifikasi cukup tinggi, dengan tenaga hingga 7.000 watt, baterai 72V 31Ah, serta jarak tempuh sekitar 70 kilometer.

Selain itu, kemampuan pengisian cepat dari 30% ke 80% dalam waktu satu jam turut menjadi perhatian. Harga per unit yang ditaksir mencapai sekitar Rp56,8 juta memicu kritik karena dianggap terlalu mahal untuk pengadaan dalam jumlah besar.

Anggaran Ditolak Kemenkeu

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya pernah menolak pengajuan anggaran pengadaan motor dan perangkat pendukung lain untuk program MBG.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian
News

Anjlok Lagi! Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian Hari ini

finnews.id – Harga emas di Pegadaian kembali melemah dan bikin pelaku pasar...

News

Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

finnews.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan besar antara...

News

Cara Cek Bansos Kemensos Mei 2026 Pakai NIK KTP Lewat HP

finnews.id – Masyarakat Indonesia kembali mencari informasi mengenai cara mengecek bantuan sosial...

News

Harga Emas Perhiasan Terpantau Stagnan pada Sabtu Pagi, Cek Rinciannya di Sini

finnews.id – Tiga jaringan ritel emas yakni Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi...