Menurut Macron, kemandirian strategis bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan hidup dalam tatanan dunia baru. Ia melihat bahwa ketergantungan yang terlalu dalam pada AS hanya akan membuat negara-negara lain terseret dalam konflik atau kebijakan ekonomi yang merugikan kepentingan nasional mereka sendiri.

NATO Terancam Bubar? Ancaman Donald Trump Bikin Eropa Panik

Isu kemandirian ini mencuat bukan tanpa alasan. Ketegangan antara Eropa dan AS mencapai titik didih menyusul pernyataan Presiden AS, Donald Trump. Dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph pada 1 April, Trump menyatakan bahwa ia serius mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Ancaman ini muncul setelah aliansi tersebut menolak membantu operasi militer AS terhadap Iran.

Situasi ini membuat para pemimpin Eropa mulai merasa bahwa NATO kini dalam kondisi ‘lumpuh’ dan mulai terpecah. Para pejabat Eropa, sebagaimana dilaporkan oleh Politico, mulai membahas secara tertutup cara merespons kemungkinan terburuk jika Trump benar-benar merealisasikan ancamannya untuk keluar dari aliansi pertahanan terbesar di dunia tersebut.

Eropa Mulai Jaga Jarak dari Operasi Militer Washington

Laporan dari Bloomberg juga mengindikasikan adanya pergeseran sikap yang signifikan. Para pemimpin Eropa kini berusaha menjauhkan diri dari pengaruh militer AS, terutama terkait ketegangan di Timur Tengah. Penolakan Eropa untuk terlibat dalam konflik AS-Iran menjadi bukti nyata bahwa kesetiaan buta terhadap Washington sudah mulai pudar.

Dunia kini menunggu, apakah ajakan Macron untuk membangun “Jalan Ketiga” ini akan disambut oleh negara-negara raksasa lainnya. Jika koalisi ini terbentuk, kita mungkin akan melihat berakhirnya era unipolar dan dimulainya babak baru kemandirian global yang dipelopori oleh poros Eropa dan Asia-Pasifik. – Sputnik/ANTARA