Home News Hanya Tersisa 2.000 Liter! Petani Inggris Terancam Lumpuh Akibat Pembatasan Solar, Ketahanan Pangan di Ujung Tanduk?
News

Hanya Tersisa 2.000 Liter! Petani Inggris Terancam Lumpuh Akibat Pembatasan Solar, Ketahanan Pangan di Ujung Tanduk?

Bagikan
Hanya Tersisa 2.000 Liter! Petani Inggris Terancam Lumpuh Akibat Pembatasan Solar, Ketahanan Pangan di Ujung Tanduk?
Ilustrasi minyak bumi
Bagikan

Bagi para petani, kenaikan ini sangat memukul biaya produksi. Mesin pertanian di Inggris umumnya menggunakan “diesel merah”, sebutan untuk solar khusus industri dan pertanian yang dikenakan tarif pajak lebih rendah. Namun, meskipun pajaknya lebih murah, harga dasar yang melambung tinggi tetap membuat margin keuntungan petani tergerus tajam.

Respons Serikat Petani: Pantau Pasokan Pupuk dan Bahan Bakar

Menanggapi situasi yang mulai memanas ini, Serikat Petani Nasional (National Farmers Union) menyatakan bahwa mereka tengah melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi di lapangan. Meskipun pembatasan volume sudah terjadi di beberapa titik, mereka mengeklaim bahwa masalah kelangkaan ini belum menyebar luas secara nasional.

Selain masalah bahan bakar, ketersediaan pupuk juga menjadi fokus pengawasan serikat tersebut. Keduanya merupakan komponen kunci yang saling berkaitan dalam ekosistem pertanian. Hingga saat ini, pihak serikat belum menerima laporan mengenai gangguan masif pada pasokan pupuk, namun mereka tetap mengimbau para petani untuk tetap waspada dan melakukan efisiensi penggunaan energi di lahan mereka.

Antisipasi Krisis Energi di Sektor Agrikultur

Para pengamat ekonomi menilai bahwa jika pembatasan ini tidak segera menemukan solusi, rantai pasok pangan Inggris akan mengalami gangguan serius. Petani membutuhkan kepastian pasokan diesel merah agar jadwal tanam dan panen tidak terganggu. Tanpa adanya intervensi atau stabilisasi harga, biaya energi yang tinggi ini pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga pangan di tingkat supermarket.

Kondisi di Skotlandia dan Essex menjadi alarm bagi wilayah lain untuk bersiap menghadapi skenario terburuk. Pengecer bahan bakar berdalih bahwa pembatasan dilakukan agar sebanyak mungkin petani mendapatkan jatah, meskipun dalam jumlah kecil. Namun, bagi operasional mesin pertanian modern, jatah 500 hingga 2.000 liter hanyalah solusi jangka pendek yang tidak berkelanjutan untuk jangka panjang. – Sputnik/ANTARA

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Larangan mengajar 2027 ditakutkan memicu krisis guru besar-besaran. Kebijakan ini terasa seperti "vonis mati" bagi karier guru honorer.
NasionalNews

Peringatan Keras! Larangan Mengajar Guru Honorer Berlaku 2027, DPRD Jatim Teriak

Ia menilai persoalan tersebut harus disikapi secara serius karena jumlah tenaga pengajar...

BareskrimPolri berhasil menahan sebanyak 321 pelaku sindikat Judi Online (Judol) di Gedung Perkantoran di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar).
NasionalNews

321 Pelaku Sindikat Judol Hayam Wuruk Tertangkap, Markas Bergeser

Peran Pelaku WNI Sebagai CS Lebih lanjut, Wira mengungkap peran para admini...

ilustrasi
News

3 Pendaki Hilang Usai Erupsi Gunung Dukono

BNPB Imbau Pendaki Patuhi Larangan Demi Keselamatan Untuk mencegah kejadian serupa terulang,...

News

AS dan Iran Saling Tuding Usai Bentrokan di Selat Hormuz

Trump Klaim Gencatan Senjata Masih Berlaku Meski bentrokan terus terjadi, Presiden AS...