finnews.id – Memasuki pekan ketiga Juni 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) besar seperti Pertamina, Shell, dan BP masih bertahan pada level yang sama.

Kondisi ini terjadi setelah ketiga operator SPBU tersebut melakukan penyesuaian harga pada awal bulan. Hingga Senin, 15 Juni 2026, belum ada perubahan tarif baru yang diumumkan kepada konsumen.

Daftar Harga BBM Pertamina di Jakarta Hari Ini

Berdasarkan informasi resmi yang tersedia, Pertamina masih mempertahankan harga seluruh produk BBM sejak penyesuaian terakhir pada 10 Juni 2026.

Untuk wilayah Jakarta, harga BBM Pertamina saat ini terdiri dari beberapa kategori, mulai dari bahan bakar bersubsidi hingga produk non-subsidi dengan nilai oktan lebih tinggi.

Berikut rincian harga BBM Pertamina:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
  • Pertamax: Rp16.250 per liter
  • Pertamax Green: Rp17.000 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
  • Dexlite: Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Dari daftar tersebut, Pertamina Dex masih menjadi produk dengan harga tertinggi. Sementara itu, Solar Subsidi tetap menjadi pilihan paling ekonomis bagi masyarakat dengan harga Rp6.800 per liter.

Shell Kembali Jual Solar

Kabar menarik datang dari Shell. Setelah sempat menghadapi kelangkaan stok sejak awal tahun 2026, perusahaan tersebut kini kembali menyediakan produk BBM jenis solar untuk konsumennya.

Produk yang kembali tersedia adalah V-Power Diesel. Kehadiran kembali BBM diesel ini menjadi angin segar bagi pengguna kendaraan bermesin diesel yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pasokan di jaringan SPBU Shell.

Sejak 1 Juni 2026, Shell memasarkan V-Power Diesel dengan harga Rp24.490 per liter. Hingga pekan ketiga Juni, harga tersebut masih belum mengalami perubahan.

Harga BBM BP Masih Bertahan

Selain Pertamina dan Shell, operator SPBU BP juga mempertahankan harga jual BBM mereka.

Sebelumnya, BP melakukan pesuaian harga untuk sejumlah produk bensin pada 10 Juni 2026. Namun setelah perubahan tersebut berlaku, perusahaan belum kembali melakukan revisi harga.