Finnews.id – Tekno BYD dikabarkan menerbitkan paten baru yang mencakup teknologi deteksi makhluk hidup di bagian bawah kendaraan sebagai upaya memperluas penggunaan teknologi visi komputer (computer vision) dan pemantauan keselamatan.
Dilaporkan Carnewschina pada Sabtu (13/6) waktu setempat, sistem yang dipatenkan bekerja dengan mengambil gambar bagian bawah kendaraan saat mobil dalam kondisi mati, kemudian menyimpannya sebagai gambar referensi.
Selanjutnya, gambar yang diambil secara real-time akan dibandingkan dengan citra referensi tersebut.
Alih-alih menganalisis seluruh area kolong kendaraan secara terus-menerus, sistem terlebih dahulu mengidentifikasi bagian yang berbeda dari gambar referensi.
Area yang mengalami perubahan itu kemudian dijadikan target untuk analisis lanjutan.
Arsitektur ini dirancang untuk mengurangi proses komputasi yang tidak diperlukan karena komponen statis seperti suspensi, rumah baterai, panel aerodinamika, dan struktur rangka kendaraan umumnya tidak berubah dari satu pemindaian ke pemindaian berikutnya.
Dengan demikian, sumber daya komputasi dapat difokuskan pada objek baru atau pergerakan yang terdeteksi di bawah kendaraan.
Setelah area yang berubah berhasil diisolasi, sistem akan mengekstraksi informasi fitur untuk menentukan apakah terdapat makhluk hidup, serta mengevaluasi kondisinya.
Paten ini bukanlah pengembangan yang berdiri sendiri.
Sebelumnya, BYD juga mengungkap teknologi untuk mendeteksi penumpang yang tertinggal di dalam kendaraan menggunakan data respons impuls radar, fitur domain frekuensi, dan analisis sudut kedatangan sinyal.
Kedua sistem tersebut melengkapi pemantauan pada sisi yang berbeda dari kendaraan.
Jika teknologi sebelumnya berfokus pada penumpang yang tertinggal di dalam kabin, paten terbaru ini dirancang untuk mendeteksi makhluk hidup yang berada di bawah kendaraan.
Strategi tersebut mengindikasikan bahwa BYD tengah membangun ekosistem sensor yang lebih luas dengan menggabungkan teknologi visi komputer, pemrosesan radar, dan sistem pemantauan cerdas.