Finnews.id – TEKNO Perusahaan kecerdasan buatan berwujud (embodied AI) China, AGIBOT, pada Selasa (9/6) menggelar konferensi mitra pertamanya di Indonesia, yang secara resmi meluncurkan ekspansi pasarnya di tanah air serta memamerkan berbagai robot humanoid dan solusi yang terlokalisasi, menarik perhatian para pejabat pemerintah dan perwakilan industri.
Achmad Adhitya, staf khusus Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), mengatakan masa depan telah tiba, seraya mengungkapkan teknologi robotika bukan lagi sekadar konsep yang jauh namun dengan cepat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Kita harus menyiapkan diri untuk era robotika mendatang,” ujar Achmad, sembari menambahkan bahwa AGIBOT diharapkan dapat menjadi salah satu pelopor industri robot humanoid di Indonesia serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan teknologi dan sosial di negara ini.
Aju Widya Sari, direktur Kecerdasan Buatan dan Ekosistem Teknologi Baru di Kementerian Komunikasi dan Digital RI, berharap AGIBOT dapat membantu memajukan kerja sama penelitian ilmiah, pengembangan talenta, serta inovasi kolaboratif antara industri, akademisi, dan pemerintah.
Dandy Yudha Feryawan, direktur Teknologi Digital Baru di Kementerian Ekonomi Kreatif RI, menuturkan masuknya AGIBOT ke Indonesia tidak hanya akan menghadirkan berbagai teknologi dan produk canggih, tetapi juga memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengembangan talenta.
Indonesia bukan hanya perekonomian terbesar di ASEAN, namun juga salah satu pasar strategis paling dinamis bagi industri AI berwujud global, tutur Deng Feng, presiden AGIBOT untuk kawasan Timur Tengah dan Asia-Pasifik.
Dia memaparkan perusahaannya berencana memperkenalkan model Robot-sebagai-Layanan (Robot-as-a-Service/RaaS) milik mereka di Indonesia sembari mendorong berbagai solusi terlokalisasi dan memperluas penerapannya di berbagai sektor.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah memajukan strategi “Making Indonesia 4.0”, mengidentifikasi kecerdasan buatan sebagai bidang prioritas untuk dikembangkan.